Berita

Ilustrasi

Bursa

Sepekan IHSG Terpangkas 382 Poin, Kapitalisasi Pasar Hilang Rp721 Triliun

SABTU, 31 OKTOBER 2026 | 08:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tekanan di pasar saham domestik sepanjang pekan terakhir Oktober 2026 tercermin dari melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diikuti penurunan sejumlah indikator aktivitas perdagangan. 

Tak hanya indeks yang terkoreksi, nilai transaksi hingga kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penyusutan signifikan.

Berdasarkan data BEI yang dikutip Sabtu 31 Oktober 2026, IHSG terkoreksi 7,03 persen selama periode perdagangan 26-30 Oktober 2026. Pada penutupan Jumat 30 Oktober 2026, indeks berada di level 5.057,050, turun dari posisi akhir pekan sebelumnya yang mencapai 5.439,258.


Sejalan dengan pelemahan indeks, rata-rata nilai transaksi harian merosot 29,49 persen menjadi Rp14,339 triliun. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata transaksi harian pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp20,34 triliun.

Aktivitas perdagangan juga melambat dari sisi frekuensi dan volume. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 20,99 persen menjadi 1,54 juta kali transaksi, dari sebelumnya 1,95 juta kali. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian menyusut 18,85 persen menjadi 32,428 miliar lembar saham, dibandingkan 39,959 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Pelemahan pasar turut menggerus nilai kapitalisasi pasar saham. BEI mencatat kapitalisasi pasar pada akhir pekan lalu sebesar Rp8.862 triliun, turun 7,52 persen dari Rp9.583 triliun pada pekan sebelumnya. Dengan demikian, nilai pasar saham domestik berkurang sekitar Rp721 triliun dalam sepekan.

Dari sisi pergerakan investor, tekanan jual asing masih membayangi perdagangan. Pada Jumat, investor asing membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp138,71 miliar. Secara akumulatif sejak awal 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp97,921 triliun.

Di tengah kondisi pasar yang melemah, BEI menegaskan komitmennya untuk memperkuat integritas, transparansi, dan tata kelola pasar modal. Upaya tersebut dilakukan melalui penyempurnaan kebijakan, pengembangan infrastruktur perdagangan, serta inovasi produk dan layanan.

BEI berharap berbagai inisiatif tersebut dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya