Berita

Ilustrasi

Bursa

Emas Dunia Ambruk 3,47 Persen, Terendah Sejak Oktober 2025

SABTU, 31 OKTOBER 2026 | 08:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia mengalami tekanan jual besar. Pada penutupan perdagangan Jumat 30 Oktober 2026, harga emas merosot lebih dari 3 persen hingga menembus ke bawah level 3.900 Dolar AS per ons troi, sekaligus menyentuh posisi terendah sejak Oktober 2025.

Harga emas di pasar spot ditutup anjlok 3,47 persen menjadi 3.881,84 Dolar AS per ons troi. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember terkoreksi lebih dalam, yakni 3,63 persen ke level 3.884,90 Dolar AS per ons troi.

Tekanan jual juga meluas ke logam mulia lainnya. Harga perak merosot 5,79 persen menjadi 49,14 Dolar AS per ons, sekaligus menembus level 50 Dolar AS untuk pertama kalinya dalam 11 bulan. 


Paladium turun 2,55 persen menjadi 980,35 Dolar AS per ons, sedangkan platinum melemah 3,59 persen ke posisi 1.434,65 Dolar AS per ons.

Pelemahan tajam tersebut terjadi di tengah aksi jual saham teknologi global yang dipicu kekhawatiran terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan (AI) yang dinilai belum sebanding dengan potensi keuntungan. Koreksi di pasar saham turut memicu tekanan pada aset lindung nilai, termasuk emas.

Sepanjang 2026, harga emas telah terkoreksi sekitar 30 persen dari rekor tertingginya di 5.595 Dolar AS per ons troi yang tercapai pada Januari lalu. Selain gejolak pasar saham, tekanan terhadap emas juga dipengaruhi ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama serta permintaan yang relatif lemah di kawasan Asia.

Di tengah koreksi tersebut, pembelian emas oleh bank sentral berpotensi menjadi penopang pasar. Sejumlah analis memperkirakan aktivitas pembelian bank sentral cenderung meningkat ketika harga emas turun di bawah 4.000 Dolar AS  per ons troi.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya