Berita

Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: Ist)

Finansial

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

JUMAT, 30 OKTOBER 2026 | 19:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Realisasi investasi Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun. Capaian tersebut turut menyerap 5.485.944 tenaga kerja sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan angka tersebut setelah melaporkan perkembangan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

“Jumlah investasi yang masuk total Rp3.923,2 triliun dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang,” ujar Rosan dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.


Dari total investasi tersebut, penanaman modal di luar Jawa mendominasi dengan nilai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen. Sementara investasi di Jawa mencapai Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen. Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp1.998,7 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp1.924,5 triliun.

Rosan mengatakan, pemerintah akan terus mendorong investasi berkualitas yang berorientasi pada hilirisasi dan industrialisasi. Langkah ini diharapkan memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

“Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industri hilirisasi, di antaranya kemudian industrialisasi,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah memperkuat iklim investasi melalui integrasi sistem perizinan dengan 28 kementerian dan badan. Integrasi tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian proses dan waktu perizinan bagi investor domestik maupun asing.

Menurut Rosan, kepastian menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Karena itu, pemerintah berupaya mengurangi ketidakpastian, mulai dari proses perizinan, waktu pengurusan, hingga iklim investasi.

“Yang diharapkan investor kan semuanya tentunya adalah kepastian. Itu yang kita coba lakukan mengurangi ketidakpastian. Baik dari segi perizinan, baik dari segi waktu, baik dari segi iklim investasi,” tegas Rosan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya