Berita

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Pemerintahan

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

JUMAT, 30 OKTOBER 2026 | 19:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menurun seiring turunnya hujan di sejumlah wilayah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus ISPA harian yang sempat menyentuh 15.000 orang kini turun menjadi sekitar 1.500 hingga 2.000 orang per hari. Bahkan, sebelum hujan mengguyur wilayah terdampak, jumlah penderita ISPA masih berada di kisaran 3.000 orang per hari.

"Kita lihat yang per harinya. Per harinya, puncaknya tuh sempat di 15.000-an. Kemarin sebelum hujan, itu ke 3.000-an per hari. Sekarang angka yang saya lihat karena sudah hujan, itu turun ke sekitar 1.500 sampai 2.000-an," kata Budi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.


Menurut Budi, penurunan tersebut terpantau di tujuh provinsi terdampak karhutla, mulai dari Jambi hingga Kalimantan Tengah.

Perbaikan juga terlihat pada jumlah kabupaten/kota dengan kasus ISPA tinggi. Dari sebelumnya 81 kabupaten/kota, sekitar 50 daerah masuk kategori hitam atau mencatat lebih dari 300 kasus.

Kini, jumlah daerah dalam kategori tersebut telah menyusut menjadi belasan.

"Sebelumnya dari 81 kabupaten kota, itu 50-an hitam. Hitam tuh di atas 300 ya. Waktu saya datang ke sana, itu masih sekitar 20, 30-an. Sekarang sudah turun ke angka belasan," jelasnya.

Meski demikian, Budi berharap hujan terus mengguyur wilayah terdampak agar kebakaran segera padam dan kasus ISPA tidak kembali melonjak.

Ia menjelaskan, pemadaman kebakaran di kawasan gambut membutuhkan pasokan air hingga ke lapisan dalam tanah. Sebab, api yang membakar lapisan gambut tidak cukup dipadamkan hanya dengan membasahi permukaannya.

"Ya mudah-mudahan, doakan agar ini hujan terus karena dengan hujan kita bisa menghilangkan kebakaran karena itu kan ada di dalam gambut ya. Jadi perlu memang airnya tuh masuk sampai ke dalam," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya