Berita

Staf khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Binbin Firman Tresnadi hadir langsung mahasiswa Universitas Trisakti. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Politik

Stafsus Setneg Disoraki Saat Temui Mahasiswa Trisakti

KAMIS, 29 OKTOBER 2026 | 20:25 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Staf khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Binbin Firman Tresnadi hadir langsung mahasiswa Universitas Trisakti yang menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat atau tepat di depan BSI Tower pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Awalnya, Binbin datang dan berdiskusi dengan perwakilan massa aksi atau pengurus BEM Trisakti selama kurang lebih 30 menit.

Dalam diskusi, massa ingin pemerintah mendengarkan dan memenuhi tiga tuntutan rakyat atau Tritura yang dibawa oleh massa terhadap pemerintahan Indonesia saat ini. 


Salah satu perbaikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan hingga Papua yang membuat masyarakat mengalami penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Di sana banyak sekali yang sudah sesak napas, hampir mati mereka menghirup asap, tapi enggak ada yang peduli. Saya minta ada perhatian pemerintah supaya mereka bisa berobat gratis," kata perwakilan mahasiswa.

Mahasiswa juga menuntut mengevaluasi kinerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Wamenhut Rohmat Marzuki.

Setelah selesai berdiskusi, Binbin pun naik ke atas mobil komando dan disoraki oleh massa mahasiswa. Binbin pun berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa.

Namun, saat yang bersamaan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Deni Wibowo langsung mengkritik Binbin karena terbukti tidak memenuhi janjinya sebelumnya.

"Teman-teman, jangan langsung percaya dengan janji bapak ini (Binbin). Dua minggu lalu, beliau berjanji akan mundur dari jabatannya jika masalah karhutla tidak selesai dalam waktu tiga hari. Namun, nyatanya hari ini bapak ini masih menjabat," ujar Deni disambut sorak sorai mahasiswa.

Sebagaimana diketahui, adapun tiga tuntutan yang disuarakan dalam Tritura tersebut meliputi pemulihan menyeluruh di sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional.

Mahasiswa juga mendesak pemberantasan inkompetensi di kalangan pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan bagi pejabat publik. Tuntutan ketiga adalah penegakan supremasi sipil.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya