Berita

Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kata Cak Imin dalam puncak penganugerahan Mandaya Awards & Innovilleague 2026 di Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Pemerintahan

Dua Tahun Prabowo-Gibran

1,3 Juta Warga Miskin Terserap Bekerja di BGN

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 14:37 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai menunjukkan dampak pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah menyerap 1,3 juta warga miskin menjadi tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan, penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu contoh transformasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak hanya membiayai program, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru.

“Ini terserap dalam waktu yang sangat cepat,” kata Cak Imin usai puncak penganugerahan Mandaya Awards & Innovilleague 2026 di Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026.


Menurut Cak Imin, pola kerja BGN memperlihatkan bahwa belanja negara dapat memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap APBN itu semua begitu. APBN dikeluarkan serupiah pun harus memiliki aspek pemberdayaan,” ujar Cak Imin.

Selain menyerap 1,3 juta warga miskin menjadi pekerja, Cak Imin menyebut sebanyak 148 pengusaha baru lahir dari ekosistem ekonomi yang dibangun melalui BGN.

Menurutnya, kemunculan pelaku usaha tersebut menjadi bukti bahwa penggunaan APBN dapat memberikan efek berganda, tidak hanya menjalankan program pemerintah tetapi juga menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Ini artinya investasi pengusaha baru dan ekosistem ekonomi terbangun dalam waktu yang sangat cepat. Itu yang disebut kerja APBN,” kata Cak Imin.

Atas capaian tersebut, Cak Imin bahkan menempatkan BGN sebagai salah satu model terbaik pemberdayaan masyarakat yang berbasis APBN.

“Kalau yang APBN juara terbesarnya, tertingginya adalah yang dilakukan oleh BGN,” kata Cak Imin.

Cak Imin berharap pola serupa dapat diterapkan kementerian dan lembaga lainnya. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah melalui APBN, kata dia, idealnya memiliki dimensi pemberdayaan dan mampu membangun ekosistem ekonomi.

Ia juga mengingatkan agar kementerian dan lembaga tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menggunakan anggaran negara. Koordinasi diperlukan agar APBN mampu memberikan dampak pemberdayaan yang lebih luas dan merata.

Pendekatan tersebut, lanjut Cak Imin, sejalan dengan paradigma pembangunan yang sedang didorong pemerintah, yakni mengubah masyarakat miskin dari penerima bantuan sosial menjadi kelompok produktif dan mandiri secara ekonomi.

“Yang miskin dari penerima bansos menjadi pelaku ekonomi sehingga tidak menerima bansos. Yang sudah menjadi pelaku ekonomi UMKM terus-menerus naik kelas,” pungkas Cak Imin.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya