Berita

Alat dan mesin pertanian. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Nusantara

Desain Mesin Pertanian Harus Sesuai Karakteristik Lahan dan Petani

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 04:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kemandirian mekanisasi pertanian Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan mesin, tetapi juga membutuhkan kemampuan merancang teknologi yang sesuai dengan karakteristik lahan, tanaman, lingkungan budi daya, serta kebutuhan petani.

Hal tersebut disampaikan Prof Wawan Hermawan, Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, saat menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Desain Mesin sebagai Jantung Inovasi Mekanisasi Pertanian Indonesia” yang disampaikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurut Prof Wawan, mesin pertanian yang berhasil digunakan di satu lokasi belum tentu memberikan hasil yang sama di lokasi lain. Kondisi tanah sawah di Indonesia yang beragam, termasuk tanah berlumpur dalam, membuat desain mesin perlu disesuaikan dengan karakteristik tanah, lingkungan budi daya, tanaman, hingga ternak.


“Kemajuan pertanian tidak ditentukan semata oleh keberadaan mesin, tetapi oleh kemampuan bangsa dalam mendesain mesin yang sesuai dengan kebutuhan agroekosistem, komoditas, kondisi sosial ekonomi, dan karakteristik petani Indonesia,” jelas Prof. Wawan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 26 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, proses desain mesin harus dimulai dengan mempelajari dan mengukur karakteristik objek yang akan ditangani. Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan parameter desain agar mesin dapat bekerja secara efektif sesuai kondisi lapangan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah roda bersirip gerak dengan mekanisme pegas untuk meningkatkan kemampuan traksi traktor di lahan sawah basah. Hasil pengujian menunjukkan, desain ini mampu menurunkan slip roda dari 20,89 persen menjadi 11,54 persen serta meningkatkan efisiensi lapangan dari 68,45 persen menjadi 76,33 persen.

Selain itu, Prof Wawan mengembangkan mesin terintegrasi dan presisi, yang mengintegrasikan pengolahan tanah, pemupukan, dan penanaman dalam satu lintasan kerja. Pengembangan Four-Row Precision Vacuum Seeder untuk kedelai mampu mencapai kapasitas kerja 0,31 hektare per jam dengan efisiensi lapangan 87,9 persen. Sistem ini juga mencapai tingkat ketepatan penempatan satu benih pada setiap titik tanam hingga 100 persen.

Inovasi lainnya berupa mesin pengkondisi pakan sapi yang menggabungkan tiga fungsi, yaitu meratakan pakan, membalik atau mengaduk pakan, serta mengumpulkan sisa pakan secara pneumatik. Mesin ini telah teruji di peternakan sapi dapat membantu meratakan pemberian pakan sekaligus.

Bagi Prof Wawan, pengembangan teknologi tersebut perlu diikuti dengan penyiapan sumber daya manusia yang mampu meneruskan inovasi. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak tenaga ahli yang tidak hanya mampu mengoperasikan mesin, tetapi juga merancang dan mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan pertanian Indonesia.

“Karya terbesar seorang akademisi bukanlah sekadar prototipe mesin yang berhasil dibuat, melainkan lahirnya generasi inovator dan tenaga ahli desain yang siap melanjutkan pengembangan teknologi nasional secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, pengembangan mekanisasi diarahkan pada teknologi yang adaptif terhadap karakteristik tanah, sistem budi daya presisi, dan integrasi mekanisasi yang efisien dan berkelanjutan.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya