Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Kantor PM Israel)

Global

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

SENIN, 26 OKTOBER 2026 | 14:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot, menilai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak lagi layak memimpin negara. 

"Ini adalah kegilaan seorang pria yang sudah tidak layak lagi memimpin negara," kata Eisenkot melalui unggahan di X, Senin, 26 Oktober 2026. 

Eisenkot memperingatkan bahwa rencana ekonomi Netanyahu untuk mengantisipasi kemungkinan sanksi internasional justru berpotensi merusak perekonomian Israel dan mengancam keamanan nasional.


"Netanyahu kini beralih pada upaya membongkar perekonomian Israel untuk generasi mendatang setelah membongkar masyarakat Israel dan melemahkan tentara," tegasnya.

Kritik tersebut muncul menjelang pemilihan Knesset pada Selasa, 27 Oktober 2026, di mana Netanyahu dan Eisenkot akan bersaing memperebutkan kepemimpinan pemerintahan berikutnya. 

Sehari sebelumnya, Netanyahu mengungkapkan telah meminta penyusunan rencana ekonomi yang mencakup penggunaan metode pembayaran alternatif, termasuk mata uang kripto dan teknologi blockchain, untuk mengantisipasi kemungkinan sanksi ekonomi dan perbankan internasional.

Netanyahu juga memperingatkan bahwa bantuan militer Amerika Serikat tidak akan berlangsung selamanya, sehingga Israel perlu memperkuat kemandirian militernya.

Eisenkot menyindir gagasan tersebut dengan istilah “Bibicoin”, gabungan nama panggilan Netanyahu, Bibi, dan konsep mata uang digital. 

Dia mempertanyakan bagaimana perusahaan teknologi Israel dapat menerima pembayaran dari klien asing atau menarik investasi luar negeri jika transaksi harus menghindari sistem perbankan internasional.

Menurutnya, arah kebijakan tersebut berisiko mendorong perusahaan Israel memindahkan operasinya ke luar negeri, memicu kerugian investasi, serta membuat lebih banyak warga meninggalkan negara itu.

Eisenkot memperingatkan bahwa dampak kebijakan tersebut dapat meluas hingga berkurangnya lapangan kerja dan sumber daya untuk sektor kesehatan serta pendidikan, yang pada akhirnya melemahkan keamanan nasional. 

“Ini adalah peringatan nyata. Israel tidak akan mampu bertahan empat tahun lagi seperti ini," tegasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya