Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Global

Trump Ancam Serang Iran Besok

MINGGU, 25 OKTOBER 2026 | 19:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan melancarkan serangan militer ke Iran dalam waktu dekat. 

Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan pada Sabtu waktu Amerika, 24 Oktober 2026, Trump mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan serangan baru terhadap Teheran yang berpotensi dilakukan esok hari. 

“Kami sedang mempertimbangkan untuk melakukannya, dan mungkin besok,” kata Trump ketika ditanya mengenai sejauh mana pertimbangannya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.


Trump menolak memberikan kepastian mengenai rencana militernya. 

"Apa Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu Anda apakah saya akan melakukannya?” ujarnya. 

Dia juga menegaskan bahwa Iran masih memiliki kesempatan untuk menghindari serangan lanjutan melalui kesepakatan dengan Washington. 

Namun, Trump mempertanyakan kesediaan Teheran untuk mematuhi perjanjian tersebut. 

“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi masalahnya adalah, apakah mereka akan mematuhi kesepakatan itu?” kata dia.

Trump berdalih, langkah tersebut bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir di masa mendatang. Menurutnya, operasi militer AS sebelumnya yang melibatkan pesawat pengebom B-2 belum cukup menjamin hasil permanen. 

Selain itu, Trump mengklaim pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat dibandingkan sebelum perang dimulai. 

Namun, ia tidak menyertakan angka untuk mendukung pernyataan tersebut dan belum mengumumkan keputusan final mengenai langkah Washington selanjutnya, baik melalui operasi militer maupun jalur diplomasi.

“Saya mungkin harus menuntaskannya, atau mungkin mereka akan membuat kesepakatan. Tetapi saya tidak yakin. Apa pun yang terjadi, kita menang,” ujar Trump.

Perang AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada Februari telah memicu konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah. 

Meski gencatan senjata telah diberlakukan dan terdapat kesepakatan untuk merampungkan perjanjian damai, konflik tersebut hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya