Founder Jendela Dunia Kita, Rustini Muhaimin Iskandar. (Foto: PKB)
Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Founder Jendela Dunia Kita, Rustini Muhaimin Iskandar, melalui ajakan untuk tetap semangat belajar, gemar membaca, dan berani meraih cita-cita di tengah situasi sulit yang mereka hadapi di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungannya, Rustini menyapa anak-anak dengan hangat sekaligus memberikan semangat agar musibah karhutla tidak memadamkan keceriaan, rasa ingin tahu, dan harapan mereka terhadap masa depan.
“Adik-adik semua tetap berhak tertawa, belajar, bermain, dan bermimpi. Mungkin sekarang ada aktivitas yang terganggu karena karhutla, tetapi jangan sampai semangat adik-adik untuk belajar ikut padam,” pesan Rustini kepada anak-anak di lokasi acara, Minggu, 25 Oktober 2026.
Menurutnya setiap anak memiliki cita-cita dan masa depan yang berharga. Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama bagi orang dewasa untuk memastikan anak-anak tetap merasa aman, mendapatkan perhatian, serta memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang, termasuk ketika menghadapi situasi bencana.
Rustini juga mengajak anak-anak menjadikan buku sebagai sahabat dalam keseharian. Menurutnya, membaca dapat membuka wawasan dan membawa anak-anak menjelajahi dunia yang lebih luas, bahkan ketika keadaan di sekitar mereka sedang tidak mudah.
“Buku itu seperti jendela untuk melihat dunia. Lewat membaca, adik-adik bisa berpetualang, mengenal tempat-tempat baru, belajar banyak hal hebat, dan menemukan inspirasi untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Rustini menekankan, kebiasaan membaca tidak harus dimulai dari buku yang tebal atau bacaan yang sulit. Anak-anak dapat memulainya melalui dongeng, cerita pendek, komik edukatif, maupun buku-buku yang sesuai dengan minat mereka.
“Tidak harus langsung membaca buku yang tebal. Pilih saja buku yang adik-adik suka. Yang penting, membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan sesuatu yang terasa membebani,” katanya.
Melalui Jendela Dunia Kita dan Gerakan Ayo Membaca, Rustini ingin menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini. Ia mendorong anak-anak untuk meluangkan waktu sekitar 10–15 menit setiap hari untuk membaca, baik secara mandiri maupun bersama orang tua dan teman-teman.
Menurutnya, membaca bukan sekadar mengenal huruf dan menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk bertanya, berimajinasi, mengembangkan kreativitas, dan berani menyampaikan pendapat.
Rustini berharap, kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berwawasan luas, dan memiliki mimpi besar.
“Adik-adik semuanya istimewa dan luar biasa. Jangan takut bermimpi, jangan berhenti belajar, dan jangan pernah merasa cita-cita kalian terlalu tinggi. Teruslah membaca, teruslah belajar, karena setiap anak punya kesempatan untuk menjadi apa pun yang dicita-citakan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Rustini didampingi Eneng Sumiati, istri Ketua DPW PKB Kalimantan Selatan, serta anggota Forum Silaturahim Istri (FSI) anggota DPR RI Fraksi PKB.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian dan dukungan moral kepada anak-anak yang terdampak karhutla, sekaligus menguatkan pesan bahwa di tengah situasi bencana, hak anak untuk belajar, tumbuh, dan memiliki masa depan yang cerah harus tetap dijaga.