Berita

Ketua Bidang Lingkungan Hidup Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Efrain Yerry Tawalujan. (Foto: Istimewa)

Politik

Evaluasi Raja Juli, Seharusnya Menteri Kehutanan Punya Rencana Mitigasi Karhutla

SABTU, 24 OKTOBER 2026 | 16:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjadi orang paling bertanggung jawab dan layak dievaluasi karena belum maksimal menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sepanjang 2026.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Efrain Yerry Tawalujan mengatakan, kejadian karhutla bisa dicegah dika Raja Juli selaku menteri sudah punya rencana mitigasi.

“Seharusnya Menteri Kehutanan telah mempersiapkan rencana dan langkah aksi mitigasi bencana yang terukur. Lalu, melibatkan instansi terkait yang ikut bertanggung jawab untuk segera mengatasi karhutla sedini mungkin,” kata Yerry, dalam keterangannya, Sabtu 24 Oktober 2026.


Menurut Yerry, Kementerian Kehutanan semestinya menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla. Gencarkan kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, pemerintah daerah, serta perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah terdampak.

“Kementerian Kehutanan yang seharusnya menjadi motor penggerak dan mengoordinasikan upaya pemadaman bersama lembaga-lembaga pemerintah lain dan perusahaan-perusahaan perkebunan di lokasi karhutla,” ujarnya. 

Yerry menyoroti kebakaran yang berlangsung selama berbulan-bulan dan berdampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan. 

Menurutnya, kabut asap akibat karhutla mengganggu kehidupan masyarakat. Sementara kebakaran juga mengancam habitat satwa liar, termasuk orang utan dan merusak kawasan hutan.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian lingkungan dan sosial, tetapi juga berpotensi mencoreng reputasi Indonesia di mata negara-negara tetangga. 

Karena itu, Yerry berpandangan kinerja Raja Juli sebagai Menteri Kehutanan perlu dievaluasi. 

“Menteri Kehutanan melemahkan kinerja kabinet dan memberatkan Presiden Prabowo. Itu sebabnya kami mengusulkan agar Menteri Kehutanan dievaluasi dan diganti,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya