Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan pekan ini di zona merah.
Tekanan terhadap sebagian besar sektor membuat indeks utama Wall Street melemah, meskipun saham teknologi mulai menunjukkan tanda-tanda stabil setelah mengalami penurunan tajam sehari sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average turun 652,82 poin atau 1,23 persen ke level 52.215,16. S&P 500 melemah 0,52 persen menjadi 7.623,68, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,21 persen ke posisi 25.955,34.
Sepanjang pekan ini, S&P 500 terkoreksi 0,5 persen dan Nasdaq turun 0,7 persen. Sebaliknya, Dow Jones masih mencatatkan kenaikan 0,4 persen, sekaligus membukukan penguatan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.
Saham teknologi menjadi salah satu perhatian utama investor setelah kekhawatiran mengenai besarnya biaya investasi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) menekan pasar. Pada Jumat, sektor teknologi S&P 500 justru menguat 0,35 persen, sehari setelah mencatatkan penurunan harian terbesar sejak Juni.
Tekanan juga datang dari saham telekomunikasi setelah muncul laporan bahwa SpaceX tengah mencari ribuan menara seluler untuk mendukung rencana operator nirkabel keempat di AS.
Saham AT&T dan T-Mobile masing-masing anjlok hampir 8 persen, sementara Verizon turun 1,2 persen. Sebaliknya, saham SpaceX naik 1,9 persen, Crown Castle menguat 9 persen, dan American Tower bertambah 4 persen.
Di tengah pelemahan pasar secara luas, sektor energi S&P 500 justru melonjak 2,5 persen dan mencetak rekor tertinggi. Kenaikan ini mengikuti lonjakan harga minyak mentah Brent ke level tertinggi sejak akhir April, setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran baru terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Saham American Express turun 3,7 persen dan turut menekan Dow Jones. Meski perusahaan menaikkan proyeksi laba, rencana pengurangan sekitar 5 persen tenaga kerjanya menjadi perhatian investor. Sebaliknya, saham perusahaan jasa ladang minyak SLB melonjak 7 persen setelah membukukan laba kuartal III yang melampaui perkiraan pasar.
Perhatian investor kini beralih ke pekan yang padat dengan laporan keuangan perusahaan. Sekitar sepertiga perusahaan dalam indeks S&P 500 dijadwalkan merilis kinerja kuartalan, termasuk raksasa teknologi Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Besarnya anggaran yang mereka siapkan untuk investasi AI akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah saham teknologi.