Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri saat meluncurkan B50 di Kawarang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026. (Foto: Dok. Setneg)

Energi

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 17:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program biodiesel B50 menjadi salah satu langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Mandatori B50 mulai diterapkan pada 1 Juli 2026 dengan komposisi 50 persen biodiesel berbahan baku nabati dan 50 persen solar. Kebijakan ini melanjutkan program B40 yang diterapkan sejak awal 2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan penerapan B50 menjadikan Indonesia tidak lagi impor solar pada 2026. Bahkan, pemerintah memproyeksikan surplus solar hingga 4 juta kiloliter (kL) tahun ini.


"Dengan implementasi B50 ini kita tidak impor solar lagi, ini pertama kali," ujar Bahlil dikutip pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, penerapan B50 diperkirakan dapat menghemat devisa hingga Rp170 triliun pada 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan penghematan Rp133,33 triliun saat program B40 berjalan pada 2025.

Selain mengurangi kebutuhan impor solar, kebijakan ini diproyeksikan meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi Rp23,49 triliun, dari Rp20,94 triliun pada penerapan B40.

Peningkatan pemanfaatan CPO untuk biodiesel juga diharapkan memperluas pasar domestik bagi industri sawit. Kondisi tersebut berpotensi memberikan kepastian permintaan bagi petani dan mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor CPO mentah.

Kementerian ESDM juga memproyeksikan program B50 mampu menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja dan menekan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton karbon dioksida pada 2026. Meski demikian, realisasi manfaat tersebut bergantung pada pelaksanaan program, kesiapan pasokan bahan baku, serta kemampuan industri memenuhi kebutuhan biodiesel nasional.

Gerak Nyata Prabowo Menuju Energi Hijau

Presiden Prabowo Subianto berulang kali menekankan pentingnya kemandirian energi di tengah ketidakpastian global yang dapat mengganggu pasokan dan mendorong kenaikan harga energi. Presiden bahkan mendorong pengembangan biodiesel hingga B100. Pada Juli 2026, ia menyebut penerapan B50 sebagai langkah penting menuju pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

"Saya menuntut kemandirian energi B40 tidak cukup. Bahkan pada saat itu, saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya bahwa dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa," ujar Prabowo beberapa waktu lalu.

Pada Agustus 2026, Prabowo juga menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji implikasi pengembangan biodiesel hingga B60 dan B100.

Selain biodiesel, pemerintah mengembangkan sejumlah program energi lainnya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp) dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Rangkaian kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan mendorong pemanfaatan sumber energi domestik.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya