Berita

Wamenkop Farida saat acara perhelatan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta. (Foto: Kemenkop)

Mikro

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 16:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kreativitas menjadi fondasi utama dan tulang punggung bagi kelembagaan koperasi agar dapat terus bertahan dan berkembang. 

Menurut Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, inovasi yang lahir dari kreativitas pelaku usaha menjadi kunci agar bisnis di tingkat koperasi mampu bersaing dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wamenkop Farida saat acara perhelatan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.


"Koperasi sebuah badan usaha ekonomi. Peran utamanya adalah memiliki usaha atau bisnis. Suatu bisnis bisa berjalan dan berlanjut, kuncinya adalah dari kreativitas, karena dia bisa bertahan kalau terus-terus ada inovasi," ujarnya.

Turut hadir pada acara tersebut adalah Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) saat ini adalah Veronica Tan, serta Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Kementerian Koperasi saat ini terus mendorong setiap kelembagaan koperasi untuk senantiasa meningkatkan inovasi. Sinergi antara dunia koperasi dan sektor ekonomi kreatif dinilai sangat erat, mengingat banyak produk unggulan berbasis kriya dan wastra seperti kain tenun di Koperasi Prasojo, Klaten yang digerakkan oleh mayoritas pekerja dan perempuan setempat.

Momentum ini semakin kuat dengan adanya program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, yakni pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Melalui program tersebut, produk-produk hasil kreativitas masyarakat desa, UMKM, hingga sektor pertanian dan perkebunan nantinya akan diserap dan di-offtaker langsung oleh koperasi desa.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya