Berita

Ilustrasi logo OpenAI (RMOL/Reni Erina)

Tekno

OpenAI Temukan Kerentanan Kritis PHP yang Ancam Mayoritas Situs Web Dunia

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 20:33 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

OpenAI mengumumkan penemuan dua kerentanan keamanan kritis pada PHP, bahasa pemrograman open-source yang menjalankan sekitar 70% situs web di seluruh dunia.

Temuan besar ini diungkapkan pada 21 Oktober 2026 melalui inisiatif keamanan siber "Patch the Planet" dengan memanfaatkan model AI GPT-5.6 Sol.

Audit keamanan tersebut dilakukan oleh peneliti dari perusahaan siber Calif atas permintaan PHP Foundation. Yayasan tersebut sebenarnya telah mengetahui adanya cacat mendasar pada mesin inti PHP sejak 2024, namun belum mampu mengidentifikasi metode eksploitasi maupun solusinya.


Melalui bantuan AI, kerentanan tersebut akhirnya berhasil diidentifikasi dan dicatat sebagai CVE-2026-109618 serta CVE-2026-109619 dengan skor keparahan kritis 9,2 dari 10.

Kerentanan ini dinilai sangat berbahaya karena berada di mesin inti PHP, yang berarti situs web dapat terdampak meskipun kode aplikasinya bersih dari cacat keamanan.

Dalam kondisi tertentu, penyerang dapat mengeksploitasi kelemahan ini dari jarak jauh tanpa memerlukan kredensial login untuk mengeksekusi kode berbahaya, mengambil alih situs web, hingga membocorkan informasi sensitif di memori server seperti kata sandi, token autentikasi, dan API key.

Menanggapi perdebatan publik terkait risiko penggunaan AI dalam keamanan siber, OpenAI memperkenalkan konsep Defender's Window. Perusahaan menegaskan pentingnya bertindak proaktif sebelum aktor kejahatan mengeksploitasi celah serupa.

OpenAI berargumen bahwa "teknologi kuat dan revolusioner akan selalu digunakan oleh aktor jahat, sehingga menjadi tanggung jawab kolektif untuk bertindak proaktif mengatasi potensi celah yang dapat dieksploitasi".

Sebagai langkah mitigasi, PHP Foundation telah merilis versi pembaruan yang mencakup patch keamanan melalui versi PHP 8.2.35, 8.3.36, 8.4.27, dan 8.5.12.

Pengguna yang masih menjalankan sistem pada versi PHP 8.1 ke bawah diimbau untuk segera meningkatkan versinya, mengingat versi tersebut tidak akan mendapatkan perbaikan resmi dan tetap rentan terhadap risiko serangan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya