Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 22:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Realisasi investasi di Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun. 

Informasi tersebut diungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan angka tersebut usai melaporkan perkembangan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Rosan menambahkan, capaian investasi sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026 tersebut turut menyerap 5.485.944 tenaga kerja.


“Jumlah investasi yang masuk total Rp3.923,2 triliun dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang,” ujar Rosan.

Berdasarkan sebaran wilayah, investasi di luar Jawa mendominasi dengan nilai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total realisasi. Sementara itu, investasi di Jawa mencapai Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen. 

Adapun berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp1.998,7 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp1.924,5 triliun.

Rosan menegaskan, pemerintah akan terus mendorong investasi berkualitas yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. 

Investasi diarahkan untuk memperkuat hilirisasi dan industrialisasi sehingga dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkokoh struktur industri dalam negeri.

“Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industri hilirisasi, di antaranya kemudian industrialisasi,” ungkap Rosan.

Untuk meningkatkan daya tarik investasi, pemerintah juga memperkuat iklim usaha melalui integrasi sistem perizinan dengan 28 kementerian dan badan. Langkah ini ditujukan untuk memberikan kepastian proses dan waktu perizinan bagi investor dalam negeri maupun asing. 

Rosan menekankan bahwa kepastian menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor dan mengurangi hambatan dalam penanaman modal di Indonesia.

“Yang diharapkan investor kan semuanya tentunya adalah kepastian. Itu yang kita coba lakukan mengurangi ketidakpastian. Baik dari segi perizinan, baik dari segi waktu, baik dari segi iklim investasi,” tegas Rosan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya