Berita

Pengamat politik Ubedilah Badrun. (Foto: RMOL)

Politik

Banyak Sarjana Menganggur Sementara Ada yang Tanpa Ijazah SMA Jadi Wapres

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 11:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Ubedilah Badrun menyoroti anomali banyak generasi muda berijazah sarjana kesulitan mendapatkan pekerjaan, sementara ada pihak yang ijazah SMA-nya dipersoalkan tetapi menjabat sebagai wakil presiden.

Ubedilah menilai polemik syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan sekadar menyangkut dokumen pendidikan, melainkan juga menyentuh aspek etika dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Bayangkan situasi Generasi Z yang 60 persen menganggur dan mereka punya ijazah. Mereka terkatung-katung mencari pekerjaan, sementara wakil presidennya ijazah tingkat SLTA-nya bermasalah,” kata Ubedilah, di kanal Youtube Forum Keadilan, Senin, 19 Oktober 2026.


Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar etik yang melekat pada pemimpin negara. Terlebih, bangsa Indonesia lahir dari perjuangan para pendiri yang menjunjung tinggi nilai-nilai etik.

Ia menyebut polemik syarat pendidikan Gibran sebagai skandal politik yang dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Bagaimana negara berjalan dengan pemimpinnya yang runtuh secara etik? Legitimasi moralnya kan hancur,” ujarnya.

Ubedilah menambahkan, polemik tersebut telah menjadi perbincangan masyarakat luas. Ia menilai persoalan ini berpotensi memperdalam kekecewaan publik terhadap institusi negara ketika masyarakat masih berjuang mendapatkan pekerjaan meski telah menempuh pendidikan tinggi.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya