Berita

Ilustrasi

Bursa

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 11:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melonjak hingga mendekati 110 Dolar AS per barel, level tertinggi sejak Mei 2026. 

Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah dan Rusia mendorong investor kembali memburu minyak, di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur energi.

Pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, waktu Amerika Serikat (AS), harga minyak mentah Brent naik 3,94 Dolar AS atau 3,7 persen menjadi 109,86 Dolar AS per barel, setelah sempat menyentuh 110 Dolar AS. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,44 Dolar AS atau 3,5 persen menjadi 101,41 Dolar AS per barel.


Sepanjang pekan ini, harga Brent telah naik 4,9 persen, sedangkan WTI melonjak 10,4 persen. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah kembali meluas dan mengancam kelancaran pasokan minyak global.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang mengarah ke Yanbu, kota pelabuhan di Laut Merah. Pelabuhan ini menjadi jalur penting bagi Arab Saudi untuk menyalurkan minyak ke pasar internasional tanpa harus melewati Selat Hormuz. Meski demikian, laporan awal menunjukkan tidak ada kerusakan pada infrastruktur Yanbu.

Risiko pasokan juga meningkat akibat serangan yang terus berlangsung di sekitar Selat Hormuz selama 10 hari terakhir. Iran menyatakan meningkatkan serangan sebagai respons terhadap blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhannya dan pemberlakuan sanksi yang lebih ketat. 

Dari Rusia, kekhawatiran pasokan bertambah setelah kilang minyak Ryazan menghentikan operasi pada salah satu unit utama penyulingan minyak mentah menyusul serangan drone pada Kamis. Sebelumnya, Ukraina juga menyerang kilang minyak Rusia, sehingga menambah ketidakpastian terhadap pasokan bahan bakar, terutama solar, ke pasar global.

Untuk meredam tekanan pasokan, Badan Energi Internasional (IEA) pada Kamis menyepakati pelepasan lebih dari 20 juta barel bahan bakar ke pasar. AS juga menawarkan pertukaran hingga 17 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategisnya (SPR).


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya