Berita

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana (Foto: Istimewa)

Politik

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 10:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah didesak untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meluas di sejumlah wilayah Indonesia.

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, meminta penegakan hukum terhadap pemegang konsesi yang diduga melanggar aturan lingkungan juga dilakukan secara tuntas, bukan berhenti pada penyegelan perusahaan.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 14 Oktober 2026, tercatat 1.297 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebanyak 505 titik tersebar di Sumatera dan 346 titik di Kalimantan. 


Sebaran asap juga terpantau di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta sebagian Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Karhutla semestinya tidak menjadi peristiwa yang berulang setiap tahun. Kehadiran negara paling dibutuhkan justru sebelum api meluas dan masyarakat terdampak. Karena itu, sistem pencegahan kita perlu dievaluasi bersama,” ujar Dewi kepada wartawan, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Dewi mengapresiasi langkah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang telah menyegel 57 perusahaan terkait dugaan pelanggaran karhutla, termasuk 12 perusahaan di Sumatera Selatan.

Namun, ia mengingatkan penyegelan baru merupakan langkah awal. Pemerintah perlu memastikan proses penyelidikan berjalan tuntas, disertai hasil yang transparan dan penjatuhan sanksi sesuai ketentuan apabila pelanggaran terbukti.

“Penyegelan adalah langkah awal yang baik. Berikutnya, kita perlu penyelidikan yang tuntas dan hasil yang jelas. Apabila terbukti ada kelalaian, sanksi perlu diterapkan sesuai ketentuan hukum. Manfaat dari pemanfaatan lahan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Selain penegakan hukum, legislator dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II itu menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kesiapan fasilitas pencegahan karhutla milik perusahaan, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar.

Pemerintah, menurutnya, perlu melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan sekat kanal berfungsi, lahan gambut tetap basah, sumber air tersedia, serta personel pemadam berada dalam kondisi siaga.

Dewi menilai penanganan karhutla tidak boleh terus bertumpu pada pemadaman setelah api membesar. Pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan sejak dini melalui pemetaan wilayah yang berulang kali terbakar dan audit kesiapan pemegang konsesi.

“Pemetaan wilayah yang berulang kali terbakar dan audit kesiapan pemegang konsesi sebaiknya dilakukan sejak awal. Dengan begitu, kita sudah bersiap jauh sebelum asap datang,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya