Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Finansial

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah kembali tertekan hingga mendekati level Rp18.000 per Dolar AS pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah melemah 56 poin atau 0,31 persen ke Rp17.959 per Dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin G. Hutapea, mengatakan tekanan terhadap Rupiah dipicu meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian konflik Timur Tengah.


“Rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkat dari periode sebelumnya mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif oleh The Fed,” kata Erwin dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah disebut turut mendorong harga minyak tetap tinggi di atas 105 Dolar AS per barel dan meningkatkan risiko fiskal ke depan.

Menurutnya, sentimen penghindaran risiko (risk-off) turut memperkuat Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) juga sempat melonjak ke level tertinggi sejak Mei 2025, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury tenor dua tahun naik 12 basis poin hingga menyentuh 4,90 persen.

“Memburuknya sentimen risk off tersebut mendorong penguatan Dolar AS serta tekanan arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi,” jelasnya.

Meski demikian, Erwin menilai pergerakan Rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Secara quarter-to-date (QTD), Rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,17 persen.

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia disebut masih terjaga sebesar 146,3 miliar Dolar AS pada akhir September 2026.

Erwin menegaskan BI terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga mekanisme pasar berjalan baik dan memastikan nilai tukar Rupiah tetap bergerak sesuai fundamentalnya.

“Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” tegasnya.

Selain itu, Bank Indonesia, kata Erwin juga mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang. Serta melakukan koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya