Berita

Representative Image (Foto: AI)

Bisnis

BPK Ungkap Akuisisi Semen Vietnam Rugikan Semen Indonesia Rp643,95 Miliar

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 20:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti persoalan akuisisi Thang Long Cement Company (TLCC) oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang mengakibatkan kerugian Rp643,95 miliar.

Temuan tersebut tertuang dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026 BPK, yang mencakup pemeriksaan kinerja PT Semen Indonesia, subholding, anak perusahaan, serta instansi terkait lainnya selama periode 2020-2024. 

"Akuisisi perusahaan produsen semen yang berpusat di Vietnam, Thang Long Cement Company (TLCC) diragukan kewajaran nilainya, tidak memberikan hasil yang optimal, serta menimbulkan kerugian perusahaan sebesar 1,53 triliun dong Vietnam atau ekuivalen Rp643,95 miliar," ungkap laporan BPK, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026. 


BPK menilai kewajaran nilai akuisisi TLCC patut dipertanyakan karena terdapat sejumlah anomali dan risiko yang tidak dipertimbangkan dalam proses pengambilalihan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai akuisisi TLCC lebih tinggi 1,53 triliun dong Vietnam dibandingkan nilai bukunya. Transaksi itu juga dilakukan ketika TLCC tengah mengalami kerugian dan berada dalam kondisi keuangan tertekan (distress). 

Selain itu, akuisisi berlangsung saat Vietnam mengalami kelebihan pasokan semen (oversupply), tanpa mempertimbangkan risiko penutupan perusahaan akibat persoalan lingkungan.

Persoalan tersebut semakin disorot setelah PT Semen Indonesia melakukan penghapusbukuan (write off) sebesar 100 persen atas selisih nilai akuisisi dengan nilai buku pada 2018. 

Menurut hasil pemeriksaan BPK, kondisi itu mengindikasikan nilai transaksi ditetapkan terlalu tinggi. Akibatnya, tujuan ekspansi regional di Asia Tenggara dan target periode pengembalian investasi (payback period) pada 2020 tidak tercapai. 

"Keberlangsungan usaha (going-concern) TLCC diragukan sebagai entitas bisnis," tambah BPK.

Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan Dewan Komisaris PT Semen Indonesia melaporkan kronologi dan permasalahan akuisisi TLCC serta Holcim Indonesia kepada Pemegang Saham Seri A. 

Dewan Komisaris juga diminta mengawasi langkah direksi dalam menyelamatkan kondisi keuangan TLCC serta membentuk tim investigasi guna memastikan keputusan akuisisi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Direksi PT Semen Indonesia direkomendasikan menyusun langkah-langkah penyelamatan keuangan TLCC dan melaporkannya kepada Dewan Komisaris.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya