Berita

Dr. dr. Rizky Kusuma Wardhani, Sp.KFR, Subsp.Ped.(K) (Foto: RMOL/Reni Erina)

Tekno

Rehabilitasi Prostetik Menuntut Lebih dari Sekadar Kecanggihan Teknologi

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 15:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Kehilangan tangan atau kaki bukan hanya mengubah kondisi fisik seseorang, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuannya bekerja, bergerak, dan menjalani aktivitas sehari-hari. 

Di sinilah rehabilitasi prostetik berperan, yakni proses pemulihan fungsi dengan bantuan anggota tubuh buatan atau prostesis, yang disertai evaluasi klinis, latihan penggunaan, dan pendampingan sesuai kebutuhan pasien.

Keberhasilan rehabilitasi tidak cukup diukur dari tersedianya tangan atau kaki palsu. Prostesis harus sesuai dengan kondisi fisik dan aktivitas pasien, nyaman digunakan, serta membantu mengembalikan kemandirian dan kualitas hidup.


Perspektif tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam kuliah tamu bertajuk Clinical Prospective in Upper and Lower Limb Prosthesis Rehabilitation di Ruang Kuliah Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) FKUI dengan dukungan Össur dan ASATIF ini menghadirkan Dr. dr. Rizky Kusuma Wardhani, Sp.KFR, Subsp.Ped.(K), Ahmad Risaldi dari ASATIF, serta Ahli Prostetik dan Ortotis Össur Asia Tenggara, Zulfaqar Omar.

Dokter Rizky menegaskan, kemajuan teknologi prostetik memang menawarkan semakin banyak pilihan bagi pasien dengan kehilangan anggota gerak atas maupun bawah. Namun, teknologi canggih tidak serta-merta menjamin keberhasilan pemulihan.

“Teknologi canggih saja tidak menjamin keberhasilan rehabilitasi. Hasil yang optimal memerlukan asesmen pasien yang tepat, pemilihan prostesis yang cermat, program rehabilitasi yang dipersonalisasi, serta kolaborasi yang efektif di antara para tenaga kesehatan,” ujarnya.

Menurut Dokter Rizky, rehabilitasi prostetik harus berorientasi pada hasil fungsional yang bermakna bagi pasien. Karena itu, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi berperan menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan klinis setiap individu.

Prostesis yang tepat bukan semata-mata alat yang dapat menggantikan anggota tubuh yang hilang. Pemilihannya perlu mempertimbangkan kondisi pasien, kemampuan fungsional, serta aktivitas yang ingin kembali dilakukan. Setelah alat diberikan, pasien juga memerlukan latihan dan pemantauan untuk memastikan penggunaannya berjalan optimal.

Pandangan tersebut diperkuat Zulfaqar Omar yang menyoroti anggapan bahwa rehabilitasi selesai begitu pasien mendapatkan tangan atau kaki palsu. Padahal, pemberian prostesis hanyalah satu bagian dari proses pemulihan yang berkelanjutan.

“Pasien memerlukan evaluasi klinis yang tepat, prostesis yang nyaman, latihan penggunaan, serta pemeriksaan dan penyesuaian secara berkala,” kata Zulfaqar.

Ia menjelaskan, kebutuhan pengguna prostesis di Indonesia sangat beragam. Ada pasien yang harus mengendarai sepeda motor untuk bekerja, berjalan di permukaan tidak rata, atau naik turun tangga setiap hari. Kondisi lingkungan dan gaya hidup tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan prostesis yang sesuai.

Selain kesesuaian alat, akses terhadap layanan prostetik berkualitas dan tenaga profesional terlatih juga menjadi tantangan. Faktor biaya turut memengaruhi kemampuan pasien memperoleh layanan dan pendampingan secara berkesinambungan.

Dengan demikian, tantangan rehabilitasi bukan hanya menyediakan teknologi yang semakin canggih, tetapi memastikan pasien dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Zulfaqar mengungkapkan, bahwa Ossur merupakan perusahaan global yang mengembangkan produk prostetik dan ortotik, dengan cakupan layanan di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara. 

"Selain prostesis anggota gerak, portofolio produknya mencakup alat ortotik khusus maupun siap pakai, seperti penyangga lutut, tulang belakang, dan pergelangan kaki," jelasnya. Di Indonesia, produk Össur antara lain tersedia melalui PT Ortho Pro Arthayasa yang berlokasi di Hermina Tower, Kemayoran, Jakarta.

Sementara itu, Ahmad Risaldi dari ASATIF menekankan manfaat pembelajaran mengenai perkembangan teknologi prostetik bagi dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi maupun pasien yang mereka tangani.

“Kami percaya pembelajaran tentang teknologi terbaru di bidang kaki dan tangan palsu akan bermanfaat tidak hanya bagi dokter Sp.KFR, tetapi juga bagi pasien-pasien mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan akademik ini, pengenalan teknologi prostetik diharapkan dapat memperluas pemahaman klinis para dokter, termasuk dalam mempertimbangkan pilihan alat dan pendekatan rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Keberhasilan rehabilitasi prostetik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat, tetapi juga oleh ketepatan asesmen, program latihan, evaluasi berkelanjutan, dan kolaborasi tenaga kesehatan. Seluruh proses tersebut diarahkan pada satu tujuan: membantu pasien kembali beraktivitas secara mandiri dan memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya