Berita

Board of Advisors Prasasti Center for Policy Studies, Burhanuddin Abdullah. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Mikro

Swasta Sumbang 90 Persen Nilai Tambah Ekonomi RI, Produktivitas Jadi Tantangan

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 11:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sektor swasta memiliki peran penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Bersama badan usaha milik negara (BUMN), dunia usaha menyumbang sekitar 95 persen terhadap total nilai tambah ekonomi nasional.

Board of Advisors Prasasti Center for Policy Studies, Burhanuddin Abdullah mengatakan, sekitar 90 persen dari kontribusi tersebut berasal dari sektor swasta.

“Kita memiliki sekitar 26,4 juta perusahaan. Secara keseluruhan, perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) menghasilkan sekitar 95 persen nilai tambah, dengan sekitar 90 persen di antaranya berasal dari sektor swasta saja,” kata Burhanuddin dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.


Menurutnya, dominasi kontribusi dunia usaha ini harus diiringi dengan peningkatan kapasitas perusahaan agar mampu menggenjot produktivitas, memperkuat inovasi, serta mendongkrak daya saing di kancah global.

Burhanuddin menyebutkan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini tidak sebatas menarik investasi, tetapi juga mendorong perusahaan memperluas skala usaha, mengembangkan talenta dalam negeri, serta memperkuat rantai pasok domestik.

“Kebijakan industri harus mendukung pengembangan kapasitas tersebut, termasuk inovasi dan persaingan yang sehat,” ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia periode 2003-2008 itu menekankan, kesejahteraan ekonomi dapat tumbuh ketika kesempatan usaha terbuka bagi semua pihak dengan persaingan yang sehat dan regulasi memberikan kepastian.

“Prinsip-prinsip tersebut menentukan apakah pelaku usaha akan berinvestasi, perusahaan akan berkembang, dan pekerja akan memperoleh peluang yang lebih baik,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan nasional. Menurutnya, pertumbuhan juga harus tercermin dari semakin kuatnya dunia usaha di dalam negeri.

“Pada akhirnya, keberhasilan tidak seharusnya hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari semakin kuatnya dunia usaha dan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang memperoleh pekerjaan produktif dengan upah lebih baik,” tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya