Berita

Ilustrasi

Energi

Imbas Konflik Global, Rata-Rata Harga Minyak Indonesia Sepanjang September Sentuh 112 Dolar AS

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 10:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

 Konflik panas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tak kunjung mereda membuat pasar energi dunia bergolak hebat, menyeret lonjakan tajam pada harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price / ICP).

Berdasarkan penetapan resmi, rata-rata ICP pada September 2026 melesat hingga 112,81 Dolar AS per barel. Angka ini meroket drastis sebesar 23,38 Dolar AS dibanding bulan sebelumnya, Agustus 2026, yang masih berada di kisaran 89,43 Dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa lonjakan ekstrem ini merupakan cerminan langsung dari tingginya ketidakpastian geopolitik global serta ancaman nyata terhadap rantai pasok energi.


"Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi 112,81 Dolar AS per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan,"* ujar Laode di Kantor Ditjen Migas, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.

Eskalasi militer yang kian membara serta mandeknya jalur diplomasi di Timur Tengah telah melumpuhkan rasa aman di jalur pelayaran vital dunia, khususnya Selat Hormuz. Kawasan ini merupakan nadi utama distribusi minyak global tempat lalu-lalang pasokan dari negara-negara produsen di Teluk menuju pasar internasional.

Dampak buruknya pun mulai nyata. Ekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz dilaporkan sempat merosot tajam hingga 28 persen jika dibandingkan dengan catatan Juli 2026.

Seretnya aliran 'emas hitam' di jalur strategis tersebut langsung memicu kepanikan pasar, menciptakan kekhawatiran akut akan krisis pasokan global, dan terus menekan harga minyak mentah kian melambung tinggi.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya