Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Publika

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 06:23 WIB | OLEH: JIMMY H SIAHAAN

KITA sering mendengar kata KONOHA tetapi hanya sedikit yang tahu artinya adalah kependekan dari "Kingdom of Nepotism, Oligarchy and Hidden Ambition yang artinya, Kerajaan Nepotisme, Oligarki dan Ambisi Tersembunyi.

Sekarang ini Indonesia bukan rahasia umum, terjerumus kembali ke Feodalisme. KKN nampaknya sebagai "roh" sistem feodal.

Sejarah Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa feodalisme, sistem patron-klien, dan kronisme melahirkan korupsi dan keterbelakangan. Kepercayaan dan praktik ini telah berlanjut.


Feodalisme di Indonesia memiliki akar sejarah yang dapat ditelusuri kembali ke era kerajaan Nusantara. Secara istilah, feodalisme tidak berasal dari masyarakat lokal.

Konsep Feodalisme Budaya ini bertahan bahkan setelah Indonesia merdeka dan tetap terlihat dalam politik dan birokrasi kontemporer, di mana kekuasaan sering kali diremehkan.

Pragmatisme vs Moral

Dark triad adalah istilah dalam psikologi yang merujuk pada tiga gabungan sifat kepribadian manusia yang bernuansa negatif, yaitu narsisme, psikopati, dan Machiavellianisme.

Ketiga sifat ini dianggap "gelap" karena cenderung melibatkan manipulasi, kurangnya rasa empati, egoisme, serta perilaku yang merugikan hubungan sosial.

Konsep ini bukanlah sebuah diagnosis gangguan mental klinis, melainkan spektrum kepribadian yang dapat dimiliki setiap orang dalam kadar yang berbeda-beda.

Merebaknya virus kekuasaan feodalisme membuat pribadi demi pribadi menjadi tamak, rakus, dan rusaknya  kepribadian.

Machiavelli, memberi penjelasan bahwa kedudukan pragmatisme  berada diatas moral, "Jika keadilan benar-benar ada, penjara akan dipenuhi oleh politisi, bukan orang miskin" 

Tiada Hari Tanpa Skandal

Keprihatinan kita melihat realitas hampir acapkali berulang kembali yakni kasus KKN dari 'satu skandal ke skandal' yang lain, hampir setiap hari menjadi berita besar. 

Kita telah melihat orang berpendidikan tinggi, akademisi, profesional, bahkan tokoh agama, yang ketika masuk ke dalam sistem yang buruk tetap dapat terseret. 

Orang baik pun dapat terjebak dalam sistem yang buruk. Karena itu, yang harus diperbaiki bukan hanya orangnya, tetapi juga sistemnya. Diskresi yang Terlalu Lebar.

Sesungguhnya penting kita merenungkan, merasakan, menyimak pesan dari Socrates di bawah ini. 

"Negara yang gagal menegakkan keadilan bukan lagi sebuah negara melainkan sekedar kumpulan perampok yang terorganisir".

Sebuah sinisme dari budayawan, Emha Ainun Najib, "Rakyat itu selalu siap kehilangan Negara. Jangan dipikir kalau Indonesia bubar Rakyat sedih, Tidak....Negara kerjanya cuma Ngerepotin hidup mereka.

Menuju Krisis Ketiga?

Dari dua krisis. Rezim Soekarno, pada 1960-an sangat tidak stabil, ditandai inflasi tinggi, krisis pangan, dan perpecahan.

Rezim Soeharto, diawali nilai tukar rupiah merosot tajam terhadap dolar AS sejak tahun 1997. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan kelangkaan barang terjadi di mana-mana. Banyak perusahaan gulung tikar yang berujung pada lonjakan angka pengangguran.

Sejarah Gelap sudah menjelaskan bahwa  kita pernah mengalami masa pahit getirnya, dua krisis ekonomi dan politik. 

Soal Keadilan & Skandal KKN yang  sungguh menyakitkan hati nurani rakyat. Saat ini masyarakat merasa sungguh was-was, gamang, gelisah.  

Kaum muda bergerak dan menggambarkan dalam kritik gerakan 'Indonesia Gelap', 'Indonesia Bangkrut', dan kabar terakhir akan adanya gerakan 'Nestapa Indonesia'? Dengan demikian timbul pertanyaan apakah akan datang "Krisis Ketiga"?

*Penulis adalah Eksponen Gema 77/78


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya