Berita

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia dan mantan Ketua KPU Hasyim Asy'ari. (Foto: RMOL)

Parlemen

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 21:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan mantan Ketua KPU Hasyim Asy'ari, yang membantah dugaan Pasal 18 ayat 3 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Peserta Pilpres 2024, tidak pernah dibahas dan diselundupkan, direspons serius direspons serius Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia.

Doli menilai Hasyim sedang berupaya mengalihkan persoalan dengan melibatkan pihak lain. Politikus Golkar itu bahkan melontarkan kritik keras terhadap mantan Ketua KPU itu.

"Jadi Hasyim ini sekarang sedang berupaya berbagi dosa," tegas Doli kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026.


Legislator Golkar itu pun mempertanyakan pihak-pihak yang menurutnya turut diseret dalam persoalan tersebut.

"Nah, saya tanya udah sampai sama siapa saja dia bagi dosanya itu, ya kan? Jangan dibawa-bawa keluar. Kan dia institusinya itu di KPU. Jadi jangan bawa-bawa institusi lain, dan kemudian menarik-narik kita gitu," katanya.

Doli menegaskan, dirinya semula tidak ingin terlibat langsung dalam polemik tersebut. Ia mengaku memilih menyiapkan data tanpa mengungkapkannya ke publik.

Namun, setelah namanya disebut secara pribadi, Doli merasa perlu memberikan penjelasan dan membuka data yang dimilikinya melalui forum resmi DPR.

"Cuman karena ini sudah nyebut nama saya pribadi, ya saya harus jelaskan. Kalau memang mau dibuka, ya kita buka. Gitu, ya," tegasnya.

Selain menyinggung polemik aturan pemilu, Doli turut mempertanyakan posisi Hasyim Asy'ari usai tak lagi menjadi Ketua KPU RI.

Adapun saat ini Hasyim Asy'ari menjabat sebagai Komisaris Independen di PTPN I.

Doli mempertanyakan latar belakang dan proses yang membuat Hasyim memperoleh jabatan tersebut, khususnya karena menurut penilaiannya, Hasyim tidak memiliki latar belakang yang berkaitan dengan bidang perkebunan.

"Saya tanya, dia sekarang posisinya sebagai komisaris di salah satu BUMN. Coba tanya sama dia, itu dia tuh dapat dari mana komisaris itu? Hadiah dari siapa?" ketusnya.

"Setahu saya beliau tidak punya latar belakang yang berkaitan dengan soal komisaris BUMN, khususnya yang berkaitan dengan soal perkebunan. Dia harus jelaskan itu. Kok bisa dia dapat posisi jadi komisaris itu, ya kan?" imbuh Doli.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya