Berita

Menko Polkam Dudung Abdurachman (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

Dudung Ungkap Alasan Karhutla Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 19:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia sebagai bencana nasional.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menjelaskan, penetapakannbencana nasional belum dilakukan, lantaran pemerintah menilai penanganannya masih dapat dilakukan dengan kemampuan yang ada.

“Belum, masih mampu kita menangani,” kata Dudung usai menghadiri rapat khusus penanganan karhutla yang dipimpin Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.


Terkait kemungkinan bantuan dari negara lain untuk membantu pemadaman, Dudung mengatakan hal tersebut belum masuk dalam bahasan rapat hari ini. 

Sementara itu, Presiden menargetkan penanganan karhutla dapat diselesaikan secepat mungkin.

“Ya Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Beliau sangat konsentrasi betul masalah Karhutla ini,” ujarnya.

Dudung menyebut, berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat enam provinsi yang menjadi konsentrasi penanganan. 

Salah satu wilayah yang menjadi prioritas adalah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, yang perlu dilindungi karena menjadi habitat satwa. 

Operasi pemadaman menggunakan helikopter telah dilakukan, tetapi upaya darat lebih diandalkan lantaran asap yang terlalu tebal menyulitkan pemadaman dari udara.

"Karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ungkap Dudung 

Dikatakan Dudung, Presiden turut mengapresiasi kerja prajurit TNI, Polri, dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. 

Pemerintah terus mengoptimalkan pemadaman, mitigasi cuaca bersama BMKG, serta pencegahan sejak dini melalui koordinasi pemerintah daerah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Karang Taruna, dan masyarakat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya