Berita

Anggota Komisi XII DPR, Eddy Soeparno. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Parlemen

DPR Optimistis Pemerintah Tepat Waktu Serahkan DIM RUU Migas

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 17:42 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR optimistis pemerintah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) tepat waktu. 

Optimisme ini disampaikan meski dokumen tersebut belum diterima DPR, sementara Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya menargetkan penyerahan DIM pada 22 Oktober 2026.

Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno mengatakan, tenggat penyerahan DIM diperkirakan jatuh pada 18 Oktober 2026, atau dua bulan setelah DPR menyampaikan surat kepada pemerintah pada 18 Agustus lalu.


"Kan kita kirimannya kan 18 Agustus, jadi selambat-lambatnya 18 Oktober," kata Eddy kepada RMOL, Senin, 12 Oktober 2026.

Eddy menjelaskan, pemerintah baru menyelesaikan proses harmonisasi DIM pada Senin hingga Rabu pekan lalu. Hasil harmonisasi tersebut kemudian dikirimkan ke Sekretariat Negara (Sekneg) sebelum diteruskan kepada DPR.

"Setelah itu hasil harmonisasi kan dikirim ke Sekneg sebelum nanti Sekneg mengirimkan DIM-nya ke DPR. Itu urutannya kan begitu," kata Eddy.

Meski DIM belum diterima, Eddy tetap meyakini pemerintah dapat memenuhi tenggat waktu penyerahan. Ia menegaskan DPR sudah berpengalaman membahas berbagai undang-undang bersama pemerintah.

"Pasti tepat waktu. Kan kita bukan sekali dua kali membahas undang-undang," kata Eddy.

Di sisi lain, DPR saat ini memasuki masa reses pada 9 Oktober hingga 9 November 2026. Karena itu, sekalipun DIM diterima dalam waktu dekat, pembahasan RUU Migas baru dapat dilakukan setelah masa persidangan kembali dimulai.

"Jadi kita memang menunggu masa persidangan yang akan datang nanti, mulai tanggal 9 November," pungkas Eddy.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya