Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Fenomena Langit Oktober 2026: Hujan Meteor Orionid hingga Pleiades

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 15:47 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Penggemar astronomi masih memiliki berbagai kesempatan menarik untuk menikmati fenomena langit sepanjang paruh kedua bulan Oktober 2026.

Berbagai peristiwa astronomi seperti hujan meteor dari sisa debu komet hingga gugusan bintang dapat disaksikan tanpa memerlukan teleskop.

Puncak Hujan Meteor Orionid 21-22 Oktober


Hujan meteor Orionid diperkirakan akan mencapai puncaknya pada malam hari tanggal 21 Oktober hingga dini hari tanggal 22 Oktober 2026.

Menurut NASA, fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang ditinggalkan oleh Komet Halley. Partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 66 kilometer per detik dan menghasilkan kilatan cahaya yang dikenal sebagai meteor.

Dalam kondisi langit gelap yang ideal, hujan meteor Orionid dapat menghasilkan sekitar 10 hingga 20 meteor per jam. Meskipun demikian, angka tersebut merupakan perkiraan maksimum dan bukan jumlah pasti meteor yang terlihat setiap jamnya.

Cahaya Bulan yang terang selama periode puncak berpotensi mengurangi visibilitas meteor yang lebih redup.

Pengamatan dapat dilakukan dari lokasi dengan langit terbuka dan minim polusi cahaya. Waktu sebelum fajar setelah Bulan terbenam merupakan salah satu waktu terbaik sebagaimana direkomendasikan oleh NASA.

Para pengamat tidak harus melihat langsung ke arah rasi bintang Orion karena meteor dapat melintas di berbagai bagian langit.

Hujan Meteor Leonis Minorid Berintensitas Rendah

Hujan meteor Leonis Minorid diperkirakan mencapai puncaknya sekitar tanggal 24 Oktober. Berdasarkan kalender meteor International Meteorological Organization (IMO), fenomena ini merupakan hujan meteor minor dengan tingkat aktivitas yang relatif rendah, yakni sekitar tiga meteor per jam di bawah kondisi ideal.

Karena intensitasnya yang rendah, hujan meteor Leonis Minorid bukan fenomena yang menjanjikan jumlah meteor yang besar dalam waktu singkat. Kendati demikian, para pengamat yang tertarik pada bidang astronomi dapat memanfaatkan momen ini untuk mempelajari pola hujan meteor dan mengamati langit malam.

Bulan Berada Dekat Gugusan Bintang Pleiades

Pada malam tanggal 27 hingga 28 Oktober, Bulan akan tampak berdekatan dengan Pleiades, yaitu gugusan bintang yang juga dikenal sebagai Tujuh Bersaudari. NASA menjelaskan bahwa gugusan bintang ini tampak seperti kelompok enam hingga tujuh bintang yang berdekatan dan dapat dilihat dengan mata telanjang.

Pleiades dapat ditemukan dengan mengamati langit sebelah timur pada malam hari. Teropong biner dapat membantu memperlihatkan lebih banyak bintang dalam gugusan tersebut, sementara penggunaan teleskop mampu menampilkan detail yang lebih tajam.

Untuk menikmati fenomena langit sepanjang Oktober ini, para pengamat disarankan untuk memilih lokasi pandangan yang jernih, menghindari cahaya terang, serta mengecek prakiraan cuaca setempat. Langit yang cerah menjadi kunci utama untuk melihat hujan meteor dan gugusan bintang secara optimal.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya