Berita

Pengacara korban kasus dugaan penipuan investasi emas, Bionda Johan Anggara (tengah) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta. (Foto: Antara)

Hukum

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

MINGGU, 11 OKTOBER 2026 | 03:33 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sebanyak 86 korban dugaan investasi bodong resmi melaporkan jajaran direksi PT Divine Gems and Jewellery (DGJ) ke Bareskrim Polri pada Jumat 9 Oktober 2026.

Kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak ini tercatat telah menimbulkan total kerugian mencapai Rp25 miliar.

Laporan tersebut teregister dalam Nomor LP/B/476/X/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 8 Oktober 2026.


“Kemungkinan akan (korban) bertambah, dengan kerugian sekitar Rp 25 miliar,” kata pengacara korban, Bionda Johan Anggara kepada wartawan.

Dugaan penipuan dilakukan melalui skema pembelian emas dengan sistem pre-order (PO) dan buyback atau pembelian kembali emas.

Dalam pertemuan awal, korban diminta menyetorkan uang untuk membeli emas yang dijanjikan akan dikirim dalam jangka waktu tertentu. Sayangnya, emas tersebut tidak kunjung diterima oleh para korban.

“Itulah yang kami duga ada suatu pidana di situ,” kata Bionda.

Awalnya korban percaya dengan PT DGJ karena perusahaan memiliki sejumlah cabang, termasuk di Bali, Jakarta, dan Surabaya. Terlebih, produknya telah dipromosikan oleh sejumlah figur publik di media sosial 

"Itu adanya influencer di mana kami sebutkan, ya, nanti, ya, inisialnya adalah JC, ya, terus KL, terus satu lagi adanya NN,” kata Bionda.

Bionda berharap aparat penegak hukum memberikan keadilan atas kasus yang menimpa puluhan korban.

Hingga laporan disampaikan, dugaan penipuan dan penggelapan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses hukum. 

Penyidik diharapkan dapat mengungkap alur transaksi, keberadaan dana para korban, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerugian yang diperkirakan mencapai Rp25 miliar. 

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya