Berita

Ditjen PKTN Kemendag mengunjungi sejumlah DAMIU di Jakarta (Foto: Istimewa)

Mikro

Kemendag Perluas Edukasi Perlindungan Konsumen hingga ke Depot Air Isi Ulang

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL.  Kepatuhan depot air minum isi ulang tidak hanya berkaitan dengan kualitas air yang dijual, tetapi juga perizinan usaha, sanitasi, hingga cara memperlakukan wadah milik konsumen. 

Sejumlah ketentuan tersebut menjadi bagian dari edukasi perlindungan konsumen yang diperluas Kementerian Perdagangan melalui penyebaran poster langsung di lokasi usaha.

Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN), Kemendag menyosialisasikan kewajiban dan larangan bagi pelaku usaha Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU), sekaligus memperkenalkan saluran pengaduan konsumen.


Direktur Jenderal PKTN Moga Simatupang, menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi sejumlah DAMIU di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kegiatan itu dilakukan bersama Ketua Asosiasi Depot Air Minum Indonesia (ASDAMINDO) Erik Garnadi dan perwakilan Yayasan Jiva Svastha Nusantara.

“Penyebaran informasi secara langsung di tempat usaha merupakan bagian dari upaya Kemendag untuk memastikan informasi perlindungan konsumen makin mudah dijangkau dan dipahami masyarakat. Pada saat yang sama, informasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai ketentuan yang harus dipenuhi dalam menjalankan kegiatan usaha DAMIU,” jelas Moga, dalam keterangannya kepada media dikutip di Jakarta, Sabtu 9 Oktober 2026.

Salah satu materi yang disosialisasikan berkaitan dengan kewajiban yang harus dipenuhi pengelola depot. Ketentuan tersebut mencakup kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), pemenuhan Sertifikat Standar dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai ketentuan, serta penggunaan wadah yang memenuhi persyaratan kesehatan.

Pelaku usaha juga perlu melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala melalui laboratorium sesuai ketentuan, memeriksa kelayakan galon milik konsumen, serta menerapkan pencucian dan sanitasi wadah dengan benar. Dokumen terkait sumber air baku juga harus dimiliki sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, terdapat sejumlah larangan yang perlu diperhatikan. Pelaku usaha tidak diperbolehkan menggunakan galon atau tutup galon bermerek milik pihak lain tanpa hak. Mereka juga dilarang menyediakan stok air isi ulang dalam wadah siap jual, menggunakan wadah yang tidak layak, serta memasang segel atau shrink wrap pada tutup galon hingga menyerupai produk air minum dalam kemasan.

Informasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pengelola depot. Konsumen juga dapat memanfaatkannya untuk mengetahui aspek yang perlu diperhatikan ketika menggunakan layanan DAMIU, mulai dari kebersihan wadah hingga kepatuhan usaha terhadap ketentuan yang berlaku.

Ketua ASDAMINDO Erik Garnadi menilai pemasangan poster di lokasi usaha dapat membantu menyampaikan ketentuan secara langsung kepada pelaku usaha maupun masyarakat.

“Penempelan poster ini sangat membantu karena memberikan informasi yang jelas kepada pelaku usaha mengenai kewajiban dan larangan yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha DAMIU,” ungkapnya.

Pelaku usaha DAMIU, Mughni, yang menerima dan memasang poster tersebut, juga menilai materi edukasi itu mudah dipahami dan dapat menjadi pengingat dalam menjalankan usaha sesuai ketentuan.

“Informasi dalam poster ini cukup jelas dan mudah dipahami. Bagi kami, poster ini menjadi pengingat untuk menjalankan usaha sesuai ketentuan dan bagi konsumen dapat memberikan informasi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan layanan DAMIU,” ujarnya.

Selain informasi mengenai kewajiban dan larangan, Kemendag turut menyebarkan poster layanan pengaduan konsumen. Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait transaksi barang dan/atau jasa dapat memanfaatkan sejumlah kanal yang disediakan kementerian.

Direktur Pemberdayaan Konsumen Immanuel Tarigan Sibero menyebutkan, pengaduan dapat disampaikan melalui WhatsApp di nomor 0853 1111 1010, surat elektronik [pengaduan.konsumen@kemendag.go.id](mailto:pengaduan.konsumen@kemendag.go.id), atau layanan telepon di (021) 3441839.

Moga menegaskan, informasi mengenai hak konsumen dan kewajiban pelaku usaha perlu disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk langsung di tempat berlangsungnya kegiatan usaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus mendorong kepatuhan pelaku usaha.

“Perlindungan konsumen perlu didukung oleh informasi yang mudah diakses dan dipahami masyarakat. Informasi mengenai hak konsumen serta kewajiban pelaku usaha perlu disampaikan secara langsung di lokasi kegiatan usaha agar menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan kepatuhan,” tegasnya.

Kemendag pun mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat edukasi dan pemberdayaan konsumen. Melalui penyebaran informasi secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami haknya, sementara pelaku usaha terdorong menyediakan barang dan jasa secara bertanggung jawab sesuai ketentuan perlindungan konsumen.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya