Berita

Ketua Pengurus YESI Julia Rezeki (Foto: Istimewa)

Tekno

AI Bukan Sekadar Teknologi, YESI Soroti Kebutuhan Keahlian Siber

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya ancaman digital mendorong kebutuhan tenaga profesional yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga memahami cara kerja, keamanan, dan penerapannya.

Menjawab kebutuhan tersebut, Yayasan Edukasi Siber Indonesia (YESI) tengah mempersiapkan pendirian Politeknik Siber Indonesia (PSI) dengan tiga bidang pendidikan sarjana terapan, yakni Kecerdasan Buatan dan Robotik, Sistem Siber Fisik, serta Rekayasa Keamanan Siber.

Ketua Pengurus YESI Julia Rezeki mengatakan, pendidikan vokasi di bidang teknologi perlu menitikberatkan pada keterampilan praktis, pengalaman laboratorium, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.


“Bagi YESI, pengembangan pendidikan kecerdasan buatan harus dilaksanakan secara terencana, terukur, dan bertanggung jawab. Kita tidak cukup hanya menambah program studi, tetapi harus memastikan pendidikan yang diselenggarakan mampu menghasilkan kompetensi nyata,” kata Julia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 9 Oktober 2026.

Tiga bidang yang disiapkan tersebut memiliki fokus berbeda. Kecerdasan Buatan dan Robotik diarahkan pada pengembangan sistem cerdas dan otomatisasi. Sistem Siber Fisik mempelajari integrasi komputasi, sensor, komunikasi, dan proses fisik, termasuk untuk kebutuhan industri. Sementara itu, Rekayasa Keamanan Siber berfokus pada kemampuan menguji, melindungi, dan memperkuat ketahanan sistem digital.

Menurut Julia, ketiga bidang itu perlu dikembangkan secara terintegrasi. AI, misalnya, tidak bisa dilepaskan dari keamanan siber, pengelolaan data, rekayasa perangkat lunak, dan sistem komputasi.

“Kecerdasan buatan tidak seharusnya dipisahkan sepenuhnya dari keamanan siber, rekayasa perangkat lunak, pengelolaan data, dan sistem komputasi. Integrasi keilmuan inilah yang perlu diperhatikan ketika perguruan tinggi merancang kurikulum, konsentrasi pembelajaran, maupun program studi baru,” ujarnya.

Di sisi lain, perkembangan AI juga membawa risiko. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi ancaman dan mengotomatisasi pertahanan digital, tetapi berpotensi dimanfaatkan untuk memperluas serangan siber, memanipulasi informasi, dan menyalahgunakan identitas.

Karena itu, Julia menilai mahasiswa perlu dibekali bukan hanya kemampuan teknis, melainkan juga pemahaman keamanan sistem dan etika penggunaan teknologi.

Meski demikian, pendirian PSI masih dalam tahap persiapan. YESI masih perlu memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari kurikulum, ketersediaan dosen dan laboratorium, pembiayaan, hingga perizinan pembukaan program studi.

“Rancangan tersebut akan terus dikembangkan melalui kajian akademik, persiapan kelembagaan, dan pemenuhan persyaratan perizinan. Kami memandang proses penilaian pemerintah sebagai bagian penting untuk memastikan bahwa pendidikan yang kelak diselenggarakan memiliki kualitas dan keberlanjutan yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Julia.

Ia menambahkan, kemandirian teknologi nasional tidak cukup dibangun dengan menambah kampus dan fasilitas komputasi, tetapi juga membutuhkan kualitas pengajar, kemampuan mahasiswa, riset, serta pembiayaan yang berkelanjutan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya