Berita

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Foto: Istimewa)

Energi

Pakar Energi ITS Nilai Diplomasi Bahlil ke AS dan Rusia Strategis untuk Jaga Pasokan Minyak

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 10:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Diplomasi energi yang dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Rusia, dinilai strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Pakar energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar, menilai langkah tersebut penting untuk mengamankan pasokan minyak sekaligus menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

“Diplomasi yang dilakukan Menteri ESDM ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, merupakan langkah taktis jangka pendek yang sangat krusial untuk mengamankan pasokan fisik atau supply security dan kepastian harga atau *price stability,” ujar Ary saat dihubungi, Jumat, 9 Oktober 2026.


Menurut Ary, diplomasi internasional tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan produksi minyak dalam negeri melalui kenaikan lifting minyak serta pengembangan bahan bakar nabati melalui program B50 dan E50.

Ia menilai pendekatan tersebut dapat menjawab tantangan ketahanan energi dari dua sisi, yakni mengamankan pasokan dalam jangka pendek dan memperkuat kemandirian energi dalam jangka menengah hingga panjang.

“Kombinasi tersebut merupakan kebijakan yang sangat tepat dan komprehensif karena menyerang masalah dari dua sisi sekaligus, yakni mengamankan keran pasokan luar negeri dalam jangka pendek dan melepaskan ketergantungan melalui substitusi domestik dalam jangka menengah hingga panjang,” jelasnya.

Meski demikian, Ary berharap pemerintah bergerak cepat mencari sumber minyak mentah dengan keekonomian terbaik dari berbagai negara. Langkah ini penting untuk memastikan kilang domestik, seperti Cilacap, Balongan, dan Balikpapan, memperoleh pasokan bahan baku yang memadai.

Ia menambahkan, upaya diplomasi perlu dibarengi percepatan modernisasi kilang dan pembenahan tata kelola sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Dengan demikian, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri dapat dikurangi secara bertahap.

Bahan Bakar Nabati Perlu Didukung Kesiapan Industri


Ary juga memandang pengembangan biodiesel dan bioetanol sebagai peluang strategis untuk memanfaatkan sumber daya domestik, khususnya kelapa sawit, tebu, dan singkong.

Namun, implementasi program tersebut perlu mempertimbangkan kesiapan industri, keberlanjutan lingkungan, serta keseimbangan antara kebutuhan energi dan pangan.

Menurutnya, diversifikasi sumber energi menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya ini perlu dilaksanakan bersamaan dengan peningkatan produksi dalam negeri dan penguatan infrastruktur pengolahan.

Selain itu, Ary menilai integrasi kebijakan sektor ESDM dengan agenda hilirisasi dapat mempercepat pengembangan industri pengolahan sumber daya alam di Indonesia.

Penyelarasan kebijakan tersebut dinilai membuka peluang pengembangan industri bernilai tambah, termasuk pengolahan gas bumi dan batu bara menjadi produk yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Penyatuan portofolio sektor ESDM dan koordinasi hilirisasi di bawah satu komando merupakan langkah strategis yang tepat. Integrasi ini memastikan bahwa rantai nilai energi kita berjalan utuh, dari perut bumi dikelola, diolah di dalam negeri, hingga menjadi produk bernilai tambah tinggi,” katanya.

Ketidakpastian Geopolitik Tekan Rantai Pasok Energi


Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Konflik di berbagai kawasan dunia dinilai berdampak terhadap rantai pasok industri dan pergerakan harga energi.

Bahlil mengatakan, dampak ketegangan geopolitik tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik, tetapi juga merembet ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Saya ingin menekankan bahwa dalam kondisi geopolitik yang terjadi sekarang, yang tidak menentu, melahirkan ketidakpastian di hampir semua dunia. Dan geopolitik ini tidak hanya menjadi ketegangan antara Amerika, Israel, Palestina, Ukraina, dan Rusia,” kata Bahlil dalam acara Investor Daily Summit 2026, Rabu, 7 Oktober 2026.

“Betul mereka yang sedang bersengketa, tetapi dampaknya itu hampir semua, termasuk Indonesia,” tambahnya.

Menurut Bahlil, ketidakpastian tersebut turut memengaruhi rantai pasok industri dan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah pun terus menjalin komunikasi dengan kementerian energi dari berbagai negara untuk merespons perkembangan situasi global.

Namun, komunikasi lintas negara tersebut belum memberikan kepastian mengenai waktu berakhirnya konflik geopolitik yang sedang berlangsung.

“Bagaimana rantai pasok industri, bagaimana harga BBM-nya melambung, dan saya pun melakukan komunikasi lintas negara dengan kementerian-kementerian energi di dunia. Hampir dapat dipastikan tidak ada yang bisa menjawab kapan selesai persoalan yang terjadi. Tidak ada yang bisa meramalkan itu,” katanya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya