Gerai Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: istimewa)
Pemerintah diminta melakukan pemetaan secara komprehensif dalam penempatan sekitar 28.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Penempatan dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah dan karakteristik masyarakat setempat agar para manajer dapat menjalankan tugas secara optimal.
Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, menyampaikan, sekitar 30.000 calon manajer sebelumnya telah mengikuti pembekalan dan pelatihan. Dari jumlah tersebut, sekitar 28.000 orang akan ditempatkan, sementara terdapat informasi mengenai calon manajer yang mengundurkan diri.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertahanan yang melakukan proyeksi dan pemetaan penempatan manajer. Salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan adalah lokasi tempat tinggal calon manajer dengan wilayah penugasannya.
“Yang pertama, penempatan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal. Kemudian yang kedua mempertimbangkan, termasuk di antaranya adalah masalah gender. Jangan sampai misalnya ada daerah terpencil atau pelosok yang butuh biaya besar, kemudian harus ditempatkan misalnya perempuan, sehingga nanti khawatir tidak maksimal,” ujar Anggota DPR RI Dapil Sumbar I tersebut, Selasa, 6 Oktober 2026.
Selain faktor geografis dan jenis kelamin, ia menilai kedekatan dengan adat-istiadat setempat juga penting diperhatikan. Pemahaman terhadap karakter masyarakat di wilayah penugasan dapat membantu manajer membangun komunikasi dan beradaptasi dengan tantangan yang berbeda di setiap daerah.
“Seseorang yang ditempatkan di tempat dia yang memahami adat istiadat setempat itu biasanya komunikasi akan lebih gampang. Karena tantangan yang ditemukan oleh manajer Koperasi Merah Putih di lapangan itu berbeda-beda,” ujarnya.
Rahmat menegaskan, perbedaan kultur dan kondisi alam dapat membuat proses adaptasi menjadi lebih panjang apabila penempatan tidak dilakukan secara tepat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan proses seleksi dan pembinaan yang telah menggunakan anggaran negara dapat berlanjut dengan penempatan yang tepat.
“Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk melakukan seleksi pembinaan manajer Koperasi Desa Merah Putih ini malah terkendala nanti karena banyak yang mengundurkan diri atau tidak bekerja maksimal. Itu harus kita perhatikan,” tegasnya.