Berita

Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Nonformal, Mahrus, dalam Seminar dan Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama di Pondok Pesantren An-Nur II Buluwalang, Malang, Sabtu 3 Oktober 2026 (Foto: Kemenag)

Nusantara

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 16:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui tradisi keilmuan pesantren, salah satunya lewat kajian kitab kuning.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Seminar dan Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) di Pondok Pesantren An-Nur II Buluwalang, Malang, Sabtu 3 Oktober 2026.

Kegiatan yang melibatkan peserta dari unsur Pramuka Santri itu secara khusus mendorong penguatan nilai cinta alam melalui pembelajaran kitab kuning.


Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Nonformal, Mahrus, mengatakan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi harus diterapkan secara berkelanjutan, bukan sekadar menjadi materi dalam kegiatan seminar.

"Kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi yang terintegrasi dengan kitab kuning perlu berkelanjutan. Ia tidak cukup selesai di ruang seminar, tetapi harus hidup dalam pengajian sehari-hari, dalam kebiasaan santri, dan dalam tata kelola pondok," ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Menurut Mahrus, pesantren sejatinya telah memiliki sumber pembelajaran yang cukup untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai tersebut telah terdapat dalam kitab-kitab yang selama ini menjadi bagian dari keseharian santri.

"Kitab-kitab yang dikaji santri setiap hari sudah mengajarkan cara memperlakukan air, tanah, dan sesama makhluk. Tugas kita adalah memastikan nilai itu terus diajarkan dan diamalkan dari satu angkatan santri ke angkatan berikutnya," katanya.

Guru Besar UIN Malang sekaligus narasumber semiloka, M. Faisol Fatawi, dalam materi bertajuk "Merawat Cinta dalam Setiap Halaman Kitab Kuning" menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta dibangun di atas Panca Cinta.

Kelima nilai tersebut mencakup cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.

"Panca Cinta bukan pelajaran baru, melainkan jantung pembelajaran. Ia adalah nilai dan pendekatan yang meresapi seluruh kajian kitab kuning," kata Faisol.

Ia menilai pengetahuan yang hanya berhenti pada pemahaman tidak selalu berujung pada perubahan perilaku. Intoleransi, perundungan, kekerasan hingga kerusakan lingkungan disebut sebagai persoalan yang berkaitan dengan krisis adab dan tidak cukup diselesaikan dengan menambah mata pelajaran.

"Pesantren memiliki modal besar. Kita hanya perlu menyambungkan kembali sanad keilmuan dengan sanad akhlak," ujarnya.

Dalam konteks kepedulian terhadap alam, Faisol mengaitkan cinta lingkungan dengan hifzh al-bi'ah atau menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengembangan maqashid syariah oleh ulama kontemporer. Menurut dia, penerapannya dapat dimulai dari materi fikih dasar yang sudah akrab dengan kehidupan santri.

"Manusia adalah khalifah. Kajian bab thaharah dalam Fathul Qarib menjadi pintu masuk kesadaran ekologi, misalnya melalui larangan israf atau berlebihan dalam menggunakan air," jelasnya.

Nilai tersebut, lanjut Faisol, dapat diterjemahkan dalam tindakan sederhana di lingkungan pesantren, seperti menjaga kebersihan dan menghemat penggunaan air.

Ia juga menawarkan pola refleksi pada akhir setiap kajian kitab. Santri dapat diajak menjawab tiga pertanyaan, yakni maqashid apa yang dijaga oleh hukum dalam bab yang dipelajari, cinta apa yang perlu tumbuh agar santri menjalankannya dengan ikhlas, serta satu tindakan nyata yang dapat dilakukan pada pekan tersebut.

Dalam pembahasan bab thaharah, misalnya, proses refleksi dapat diteruskan melalui gerakan hemat air dan pelaksanaan piket di lingkungan pondok.

"Ilmu tanpa cinta melahirkan kesombongan, cinta tanpa ilmu melahirkan kebutaan. Maqashid adalah tujuan syariat, cinta adalah cara menumbuhkannya dalam hati. Di titik inilah pesantren hadir memadukan keduanya," pungkasnya.

Melalui semiloka tersebut, para peserta dari unsur Pramuka Santri diharapkan dapat menghubungkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dengan pembelajaran kitab kuning.

Kemenag berharap pendalaman yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi pijakan bagi penerapan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi secara berkelanjutan di lingkungan pesantren.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya