Berita

Focus Group Discussion (FGD) “Karhutla dari Kacamata Ibukota” yang digelar di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Green Policing Polda Riau Didorong Jadi Gerakan Nasional Lawan Karhutla

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 05:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Penguatan pencegahan dan keterlibatan masyarakat menjadi hal penting yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) “Karhutla dari Kacamata Ibukota” yang digelar di Jakarta, Rabu 23 September 2026.

Dalam diskusi tersebut, hadir sejumlah elemen organisasi kepemudaan dan masyarakat sipil, di antaranya Founder Milenial Activist Institute, Hengky Primana; Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI), Charles Gilbert; Ketua Umum PB SEMMI, Achmad Donny; serta moderator P Ortega Sitompul.

Pada forum itu, pengalaman Polda Riau melalui konsep Green Policing mendapat perhatian khusus. Pendekatan ini dinilai menunjukkan bahwa penanganan persoalan karhutla dapat dilakukan dengan menggabungkan fungsi kepolisian dengan upaya perlindungan lingkungan.


Green Policing yang dikembangkan Polda Riau mencakup pencegahan, edukasi masyarakat, pemetaan dan pemantauan wilayah, penegakan hukum, hingga pemulihan lingkungan. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga keamanan masyarakat.

Hengky Primana mengatakan, Riau memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi karhutla sehingga berbagai inovasi yang dikembangkan di daerah tersebut layak menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain.

“Kita tidak boleh terus berpikir bahwa penanganan karhutla baru dimulai ketika api muncul. Yang harus diperkuat justru bagaimana mencegah api muncul, bagaimana masyarakat terlibat dan bagaimana lingkungan yang rusak bisa dipulihkan,” kata Hengky.

Ia juga mendorong agar Green Policing Polda Riau dapat dikaji dan diadopsi sebagai salah satu program nasional, sehingga pendekatan perlindungan lingkungan tidak hanya menjadi agenda daerah tertentu.

“Harapan kami Green Policing bisa menjadi program nasional, tentu dengan penyesuaian sesuai karakter masing-masing daerah,” kata Hengky.

Menurut Hengky, penguatan Green Policing juga penting karena karhutla memiliki dampak yang luas. Ketika terjadi kebakaran, persoalan tidak hanya menyangkut hutan dan lahan, tetapi juga kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi serta keberlangsungan ekosistem.

Sementara itu, Charles Gilbert menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun budaya pencegahan karhutla.

“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton ketika terjadi bencana lingkungan,” kata Charles.

Ia menilai pendekatan Green Policing membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kepolisian, pemerintah, mahasiswa, komunitas lingkungan dan masyarakat.

Diskusi itu juga menyoroti pentingnya membangun pola penanganan karhutla yang terintegrasi, mulai dari pencegahan, deteksi dini, edukasi, penegakan hukum hingga restorasi.

Pengalaman Polda Riau dalam mengembangkan Green Policing kemudian menjadi salah satu contoh yang dibahas dalam forum sebagai pendekatan yang dapat dipelajari dan dikembangkan di tingkat nasional.

“Kalau Green Policing bisa diperkuat dan direplikasi, maka ini bisa menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga Indonesia,” pungkas Hengky.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya