Berita

Penasihat Menteri PPN/Kepala Bappenas, Noor Marzuki. (Foto: Istimewa)

Politik

Penasihat Menteri PPN Minta ATR/BPN Tutup Celah Masuk Mafia Tanah

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 18:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penasihat Menteri PPN/Kepala Bappenas, Noor Marzuki meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan introspeksi dan pembenahan internal setelah sejumlah pejabatnya ditetapkan sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Noor yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN mengaku prihatin atas perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor tersebut.

"Saya sebagai yang dibesarkan di ATR/BPN, saya tentu prihatin ya. Prihatin atas masalah ini, atas adik-adik saya yang bermasalah. Tentunya mudah-mudahan nanti persoalan-persoalan ini cepat bisa diselesaikan oleh pihak KPK," kata Noor dalam acara peluncuran dan bedah buku Strategi Pemberantasan Mafia Pertanahan di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.


Menurut dia, persoalan hukum yang menjerat sejumlah pejabat ATR/BPN berpotensi berdampak terhadap pelayanan pertanahan apabila berlangsung berlarut-larut. Karena itu, pembenahan internal dinilai perlu segera dilakukan.

"Peristiwa ini penting bagi BPN untuk melakukan satu introspeksi diri, melakukan pembenahan-pembenahan, menutup ruang-ruang yang mungkin masuknya mafia-mafia pertanahan," ujarnya.

KPK sebelumnya menetapkan delapan tersangka dalam perkara dugaan suap dan penerimaan lainnya terkait pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Dua di antaranya merupakan pejabat ATR/BPN, yakni Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) ATR/BPN Lampri serta Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung.

Dalam rangkaian OTT pada 14 September 2026, KPK mengamankan 19 orang dan menyita barang bukti berupa barang bukti elektronik (BBE), serta uang tunai sekitar Rp106,3 miliar dalam berbagai mata uang.

KPK menyebut perkara dugaan suap pengurusan HGB tersebut bermula dari sengketa tanah antara pihak Summarecon dengan sejumlah pemilik atau ahli waris sebelumnya.

Selain menyoroti perkara yang ditangani KPK, Noor mengungkapkan persoalan sengketa pertanahan masih menjadi masalah besar.

Dalam dua tahun terakhir, kata Noor, terdapat sekitar 63.000 sengketa yang terdata. Dari jumlah tersebut, sekitar 38.000 sengketa telah diselesaikan, sedangkan sekitar 25.000 bidang masih menggantung.

Kondisi tersebut, menurut Noor, menunjukkan perlunya strategi baru dalam pemberantasan mafia pertanahan yang tidak hanya mengandalkan penindakan.

Noor berharap pembenahan sistem pertanahan dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga ruang bagi praktik mafia pertanahan semakin tertutup dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.

"Berapa banyak pun yang kita lakukan penindakan, OTT, penangkapan yang diselesaikan, itu juga tidak sebanding dengan pertumbuhan sengketa ini," pungkas Noor.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya