Berita

Ilustrasi. (Foto: Artificial Inteligence)

Nusantara

Aspirasi Damai Hari Tani Nasional Jangan Sampai Cederai Ketertiban Umum

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 10:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Momentum Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September harus menjadi ruang murni penyampaian aspirasi kesejahteraan petani tanpa ternodai oleh aksi anarkis akibat provokasi pihak tidak bertanggung jawab.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh berbagai wacana mobilisasi massa yang marak berembus sepanjang bulan September ini.

Analis Politik dan Isu Intelijen, Boni Hargens berujar, jajaran aparat keamanan sudah sangat berpengalaman dalam mengawal dinamika penyampaian pendapat di muka umum sekaligus menjaga stabilitas nasional.


“Percayalah, Polri, BIN, dan TNI memiliki kapabilitas dan pengalaman yang terbukti dalam menjaga keamanan nasional,” tegas Boni dikutip Rabu, 23 September 2026.

Ketakutan berlebihan dari publik justru berpotensi memperbesar dampak narasi provokatif. Untuk itu, kondusivitas wilayah memerlukan kerja sama erat antara masyarakat dan aparat dengan mengedepankan ketenangan serta persatuan.

Langkah persuasif dan humanis juga terus dikedepankan jajaran kepolisian saat mengawal aksi massa. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan komitmennya dalam menjamin hak konstitusional warga negara.

“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat,” ujar Reynold saat mengawal aksi ratusan petani tebu di kawasan Monas baru-baru ini.

Di sisi lain, peringatan Hari Tani tahun ini dibayangi tren positif di sektor agraria. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional menembus angka 129,19 pada Agustus 2026.

Sebagai bentuk perlindungan atas risiko kekeringan, banjir, hingga hama, pemerintah juga menyalurkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 100 ribu hektare.

“Kalau petani sejahtera, produksi akan meningkat, masyarakat juga mendapatkan pangan dengan harga yang stabil,” jelas Amran.

Substansi perjuangan petani dinilai hanya akan sampai ke pemangku kebijakan jika penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib, damai, dan terbebas dari penunggang gelap yang mengincar kerusuhan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya