Berita

Ketua Umum Gema Wong Cilik Nusantara, Muh Nur Cahyono. (Foto: Istimewa)

Politik

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 23:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden Prabowo Subianto diminta bersikap tegas menyikapi berbagai upaya yang membuka kembali polemik hasil Pilpres 2024. 

Hal itu disampaikan Ketua Umum Gema Wong Cilik Nusantara, Muh Nur Cahyono, mengingat upaya tersebut berpotensi memicu keretakan di tengah masyarakat dan mengganggu stabilitas pemerintahan.

“Mempersoalkan hasil Pemilu 2024 adalah upaya memecah belah bangsa Indonesia oleh kelompok tertentu. Presiden RI harus tegas,” kata Nur dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 22 September 2026.


Menurutnya, ada pihak yang kini berusaha menganulir penetapan hasil Pemilu 2024, khususnya terkait status Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI terpilih.

Nur menegaskan bahwa status tersebut telah memiliki landasan konstitusional yang sah. Karena itu, mereka mempertanyakan langkah pihak yang kembali mempersoalkan hasil Pemilu 2024 melalui jalur hukum.

“Sekilas dilihat melalui upaya gugatan ke MK tampak kelompok ini menempuh jalur konstitusional, tapi jika ditelisik lebih jauh, kami menilai bahwa upaya tersebut tak lebih dari gerakan memanipulasi publik mengatasnamakan konstitusi,” ujar Nur.

Dia menilai polemik tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi berpotensi berkembang menjadi persoalan politik yang lebih luas.

Gema Wong Cilik Nusantara bahkan menduga terdapat upaya politik adu domba yang dapat memecah hubungan antarelemen bangsa maupun internal pemerintahan. 

“Kami juga menilai kelompok ini diduga kuat sedang melakukan politik kotor atau politik adu domba bagi sesama anak bangsa dan upaya memecah belah internal pemerintah yang sah,” ungkapnya.

Nur juga menyampaikan dugaan adanya pihak asing di balik pergerakan kelompok yang mereka soroti. Namun, dalam pernyataannya, ia tidak menyebutkan identitas maupun bukti mengenai pihak asing yang dimaksud.

Lebih lanjut, Gema Wong Cilik Nusantara menekankan bahwa Pilpres 2024 merupakan satu paket antara pemilihan presiden dan wakil presiden. 

“Jelas perspektif konstitusionalnya, bahwa Pemilu Pilpres RI 2024 itu satu paket antara Presiden dan Wapres. Jika mempersoalkan status Wapres maka sama saja mempersoalkan status Presiden RI,” tegasnya.

Atas dasar itu, Gema Wong Cilik Nusantara meminta Presiden Prabowo Subianto mencermati secara serius perkembangan gerakan yang mereka persoalkan.

Mereka meminta pemerintah tidak membiarkan polemik politik berkembang menjadi konflik yang dinilai dapat mengganggu pemerintahan maupun persatuan masyarakat.

“Kami meminta kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto agar lebih serius mencermati pergerakan kelompok ini dan tidak membiarkan adanya upaya-upaya dari pihak manapun untuk memecah belah pemerintah yang sah dan memecah belah bangsa dan rakyat Indonesia,” tegasnya lagi.

Muh Nur juga mengingatkan agar kepentingan masyarakat tidak tenggelam dalam pertarungan politik elite. Lanjut dia, masyarakat membutuhkan pemerintahan yang fokus bekerja dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi rakyat.

“Ingatlah kebutuhan rakyat, jangan terus biarkan polemik politik yang menurut kami tak pantas dipertontonkan kepada wong cilik. Persatuan dan gotong royong antar elite politik harus lebih diutamakan,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya