Berita

Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, dr. Nur Betsia Bertawati. (Foto: RMOL)

Nusantara

Dua Jenis Bakteri Ditemukan dalam Pemeriksaan Keracunan MBG di Blora

LAPORAN: ADIRIN*
SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 22:32 WIB

Hasil pemeriksaan laboratorium kasus menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat meracuni ratusan siswa dan guru di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengungkap adanya dua jenis bakteri. 

Bakteri tersebut yakni Escherichia Coli (E. Coli) pada air sumur serta Bacillus Cereus pada sejumlah menu makanan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, dr. Nur Betsia Bertawati, mengatakan kadar E. Coli yang ditemukan pada air sumur telah melebihi batas ambang. Sementara hasil pemeriksaan terhadap air minum isi ulang masih berada dalam batas normal.


"Hasilnya mengandung bakteri E. Coli yang melebihi dari batas ambang, ini bisa menyebabkan keracunan makanan, terutama di air sumurnya," kata Nur Betsia saat ditemui di kantornya, Selasa 22 September 2026.

Selain air sumur, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang disajikan dalam program MBG. Pemeriksaan sampel makanan dilakukan di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Tengah.

Hasilnya, bakteri Bacillus Cereus ditemukan pada menu sop dan kuah sop. Bakteri tersebut juga ditemukan pada menu woku ayam, sedangkan menu lainnya yang diperiksa tidak mengandung bakteri.

Menurut Nur Betsia, Bacillus Cereus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Gejalanya antara lain diare, mual, dan muntah, seperti yang dialami siswa dan guru SMAN 1 Tunjungan saat kejadian.

Temuan bakteri tersebut menjadi bagian dari hasil pemeriksaan yang dilakukan untuk mencari penyebab kejadian keracunan di sekolah tersebut.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim surveilans Dinkesda Kabupaten Blora bersama Labkes Kabupaten Blora. Sampel yang tidak dapat diperiksa di tingkat kabupaten kemudian dikirim ke Labkes Provinsi Jawa Tengah.

Nur Betsia mengatakan pengambilan sampel dilakukan pada 8 September 2026. Hasil pemeriksaan laboratorium kemudian diterima pada 19 September 2026.

Dinkesda telah melaporkan hasil pemeriksaan tersebut kepada Satgas MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Untuk proses hukum yang berjalan, hasil pemeriksaan dapat diberikan kepada kepolisian melalui permintaan resmi.

"Kalau untuk penyidikan kepolisian memang kita mempunyai etika, itu bisa diberikan dengan surat resmi," katanya. 

Namun, hasil pemeriksaan kesehatan tidak dapat dibagikan secara bebas kepada masyarakat karena terdapat data yang tidak diperbolehkan untuk dipublikasikan.

*Kontributor Blora

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya