Berita

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai, Minta Perbatasan Diawasi Lebih Ketat

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 19:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memperketat pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir untuk mencegah penyelundupan barang ilegal. 

Instruksi itu disampaikan saat Presiden memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Usai bertemu Presiden, Djaka mengatakan pengawasan diperketat untuk mencegah masuknya barang-barang ilegal maupun barang yang dilarang, termasuk narkoba dan pakaian bekas dalam bentuk balpres.


“Dipanggil disuruh memperketat perbatasan dan wilayah pesisir Itu aja dari m penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang yang dilarang,” ujarnya kepada awak media.

Saat ditanya mengenai jenis barang yang menjadi perhatian, Djaka menyebut narkoba, balpres, serta barang lain yang masuk kategori terlarang. 

Bea Cukai juga akan memperkuat strategi pengawasan dengan menambah peralatan operasional dan memperketat satuan tugas di lapangan.

“Ya, strateginya tadi, nambah peralatan, kemudian Satgas diperketat, itu saja,” kata Djaka.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalur laut di sepanjang Selat Malaka. Bea Cukai memiliki pangkalan sarana operasional di kawasan tersebut dengan dukungan lebih dari 100 kapal yang akan diberdayakan untuk memperkuat pengawasan.

Djaka juga menyebut penguatan pengawasan tersebut berkaitan dengan dukungan anggaran. 

Menurutnya, Bea Cukai telah memperoleh tambahan anggaran melalui pembahasan di Badan Anggaran.

“Ya kita tadi sudah dikasih penambahan anggaran kemarin pada saat rapat ini ya apa namanya di badan anggaran, oke,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penertiban juga menyasar impor ilegal yang mengganggu industri garmen dalam negeri. 

Presiden disebut secara khusus telah meminta Bea Cukai segera menertibkan impor secara kiloan maupun balpres karena dinilai berdampak terhadap produsen garmen nasional.

“Khusus untuk di hilir, yaitu terkait dengan garmen, di mana gangguan-gangguan melalui impor kiloan ataupun impor yang balpres, itu tadi juga diminta Pak Dirjen Bea Cukai untuk segera ditertibkan. Karena hal ini sangat mengganggu produsen-produsen garmen di dalam negeri,” kata Airlangga.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya