Berita

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (RMOL)

Politik

DPR Minta Wacana Kuliah Gratis Dikaji Berdasarkan Kekuatan APBN

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 18:25 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Wacana pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi masih perlu dikaji dengan mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, pemerintah dan DPR perlu melihat kondisi global serta kekuatan APBN sebelum memutuskan kebijakan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.

"SD dan SMP kan SPP sudah gratis. Jadi ya ke depannya kita lihat dulu dengan situasi global seperti ini dan bagaimana kekuatan APBN," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.


Menurut Puan, kebijakan pendidikan gratis harus memperhitungkan manfaat yang diberikan bagi bangsa dan negara.

"Tentu saja sebesar-besarnya adalah bagaimana itu bermanfaat buat bangsa dan negara," ujarnya.

Saat ditanya kembali mengenai peluang pendidikan gratis hingga perguruan tinggi, Puan menegaskan kebijakan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan kajian.

"Kita kaji dulu bagaimana manfaatnya dan bagaimana kekuatan APBN," tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya berkomitmen menyelenggarakan pendidikan gratis mulai sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga universitas negeri.

Prabowo juga mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk memastikan pendidikan di sekolah negeri dapat diakses secara gratis. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JCC, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

"Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis! Biaya pendidikan negeri, SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis!" kata Prabowo.

Wacana pendidikan gratis hingga perguruan tinggi kini masih berada dalam tahap pembahasan, dengan kemampuan APBN menjadi salah satu pertimbangan utama.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya