Berita

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Minta Wacana Pendidikan Gratis Disesuaikan dengan Kemampuan Fiskal

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 15:55 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Rencana pemerintah memperluas pembiayaan pendidikan gratis dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi perlu disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara dan dilakukan secara terukur.

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad menyambut baik gagasan tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam memenuhi mandatory spending sektor pendidikan.

“Pada prinsipnya, dengan gagasan tersebut saya sangat setuju. Namun, tentu saja perlu mempertimbangkan beberapa hal. Yang pertama, sampai sejauh mana tingkat konsistensi untuk mandatory spending,” kata Habib kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 22 September 2026. 


Menurutnya, pemenuhan kewajiban anggaran pendidikan secara konsisten akan memudahkan pemerintah menangani kebutuhan pembiayaan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Sebaliknya, lanjut dia, jika kewajiban anggaran tersebut belum terpenuhi, pemerintah masih harus memperhitungkan kebutuhan pembiayaan untuk program lainnya.

Habib memperkirakan kebutuhan anggaran untuk membiayai pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi dapat mencapai Rp100 triliun hingga Rp150 triliun.

“Kalau dari TK sampai perguruan tinggi akan di-cover, itu perhitungan kasar sementara ini mungkin bisa mencapai Rp100-150 triliun,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta rencana tersebut dibahas secara serius dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan kesiapan pemerintah dalam merealisasikannya.

Legislator PKB ini juga mempertanyakan apakah kebijakan pendidikan gratis tersebut dapat direalisasikan pada 2026 atau baru memungkinkan mulai 2027. Jika ditargetkan berjalan pada 2027, menurutnya, kebutuhan anggaran harus mulai disiapkan sejak sekarang.

Ia menambahkan, pembahasan juga perlu melihat kondisi anggaran pendidikan saat ini. Berdasarkan informasi yang diterimanya, tambahan anggaran yang sebelumnya diproyeksikan sekitar Rp5 triliun menjadi Rp10 triliun disebut belum sepenuhnya menutup kebutuhan pembiayaan.

“Kebijakan ini tentu harus dilakukan secara terukur,” jelasnya.

Komisi X DPR, kata Habib, akan membahas secara khusus pernyataan Presiden mengenai rencana pembiayaan pendidikan tersebut. Aspek fiskal menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pembahasan.

“Kita akan bahas secara khusus pernyataan Presiden ini. Tentu saja kita yang pertama memperhitungkan fiskal,” katanya.

Ia menambahkan, sekalipun Komisi X DPR menyetujui gagasan tersebut, realisasinya tetap harus melalui pembahasan bersama Badan Anggaran DPR dan pemerintah.

“Kalaupun sekiranya Komisi sendiri setuju penuh tanpa pertimbangan lain-lain, saya kira ini harus benar-benar diperhatikan hingga detil secara menyeluruh," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan segera mengadakan rapat terbatas untuk mewujudkan pendidikan gratis pada satuan pendidikan negeri.

Prabowo menegaskan biaya pendidikan negeri mulai dari SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus dapat dijangkau secara gratis.

“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” kata Prabowo, Jumat, 18 September 2026.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya