Berita

Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Impor Beras Ilegal Rp15,8 Miliar Terbongkar, Amran: RI Masih Diincar Eksportir

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 14:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan Indonesia masih menjadi incaran negara-negara produsen beras dunia meski pemerintah telah menghentikan impor beras sejak 2025.

Hal ini disampaikan Amran menanggapi pengungkapan impor ilegal beras dan garam oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dengan nilai total mencapai Rp15,8 miliar.

Menurut Amran, penghentian impor beras Indonesia berdampak terhadap negara-negara eksportir yang sebelumnya memasok kebutuhan beras nasional.


"Kita importir terbesar di 2020, hingga 2024 importir terbesar beras dunia, yaitu 7 juta ton. Alhamdulillah 2025 tidak ada impor. Karena tidak ada impor, pasti negara-negara yang eksportir beras dunia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan lain-lain, itu petaninya tertekan," jelas Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJBC Kemenkeu, Jakarta Timur, Selasa 22 September 2026.

Adapun penindakan Bea Cukai terhadap dugaan impor ilegal beras dan garam dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak dan Kawasan Berikat Bogor. 

Dalam penindakan di Pelabuhan Tanjung Perak, Bea Cukai memeriksa 15 kontainer dengan total berat 412,5 ton yang diberitahukan sebagai ammonium chloride. Hasil pemeriksaan menemukan sekitar 202,45 ton beras dan 211 ton garam. 

Sementara itu, di Kawasan Berikat Bogor, dari 15 kontainer dengan total berat 420 ton yang diberitahukan sebagai bahan kimia untuk penyamakan kulit, ditemukan sekitar 194,9 ton beras dan 225,4 ton butiran putih yang masih dalam proses penelitian lebih lanjut.

Dari dua lokasi tersebut, ditemukan sekitar 397,35 ton beras yang tidak sesuai dengan pemberitahuan dalam dokumen kepabeanan.

Amran menilai, besarnya pasar Indonesia menjadi salah satu alasan negara produsen tetap membidik pasar dalam negeri, di tengah kondisi nasional yang diklaim telah mencapai swasembada beras.

"Indonesia diincar karena pasar terbesar, tetapi tiba-tiba swasembada," tandasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya