Berita

Konferensi pers penindakan barang impor ilegal di Kantor Bea Cukai, Jakarta pada Selasa, 22 September 2026. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 12:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menggagalkan pengiriman 30 kontainer barang impor ilegal dengan nilai sekitar Rp27,339 miliar di sepanjang Agustus hingga September 2026.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Djaka Budhi Utama, mengungkapkan barang yang diamankan terdiri dari kontainer berisi beras dan garam, serta balpres atau pakaian bekas.

Djaka mengatakan, penindakan dilakukan di empat lokasi berbeda, yakni perairan Selat Malaka Sumatera Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kawasan berikat di Bogor, dan Tanjung Priok.


“Dari 4 penindakan tersebut, Bea Cukai mengamankan 30 kontainer berisi beras dan garam yang tidak sesuai dengan pemberitahuan kepabeanan, serta sekitar 1.435 bal pakaian yang diduga bekas,” kata Djaka dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJBC, Jakarta Timur pada Selasa, 22 September 2026.

Dari total nilai barang yang diamankan, penindakan di Sumatera Utara mencakup sekitar 430 bal pakaian bekas dengan nilai Rp3,4 miliar.

Kemudian di Tanjung Perak, Bea Cukai mengamankan 15 kontainer berisi beras dan garam dengan nilai sekitar Rp7,8 miliar, serta di Bogor petugas mengamankan 15 kontainer berisi beras dan garam dengan nilai sekitar Rp8,006 miliar.

“Dan di Tanjung Priuk, 9 kontainer berisi pakaian bekas senilai Rp8,04 miliar,” jelasnya.

Dalam penanganan kasus-kasus penindakan ini, Bea Cukai berkoordinasi dengan berbagai kementerian/lembaga, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Karantina Indonesia, Polri melalui Bareskrim dan Korwas, Perum BULOG, serta Kejaksaan RI melalui Jampidsus.

Djaka mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan pengawasan melalui kombinasi berbagai sumber informasi dan metode pengawasan.

“Kami mengombinasikan informasi intelijen, informasi masyarakat, analisis risiko terhadap profil pemasok dan importir, teknologi, serta pengawasan lapangan. Setiap penindakan juga akan kami kembangkan lebih lanjut untuk mengetahui asal barang, tujuan barang yang diselundupkan, dan pihak-pihak yang terlibat,” tandasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya