Graduation Ceremony 2026 (Foto: Istimewa)
Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi akademik dan profesional.
Mereka juga dituntut mampu beradaptasi, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta memberi kontribusi di tengah perubahan dan lingkungan global yang semakin terhubung.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Swiss German University (SGU) Samuel P. Kusumocahyo dalam Graduation Ceremony 2026 yang diikuti ratusan lulusan program S1 dan S2 di Pullman Central Park Hotel, Jakarta Barat, Senin 21 September 2026.
Mengusung tema “Shaping the Future, Impacting Globally”, Samuel mengatakan masa depan bukan sekadar sesuatu yang harus dihadapi para lulusan, tetapi dapat dibentuk melalui gagasan, keputusan, dan tindakan mereka.
“Masa depan bukan sekadar sesuatu yang akan dihadapi oleh para lulusan, tetapi sesuatu yang dapat mereka bentuk melalui gagasan, keputusan, dan tindakan mereka. Memasuki dunia yang semakin terhubung, kami berharap para lulusan SGU terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan dampak yang bermakna di mana pun perjalanan mereka membawa mereka," kata Samuel dalam keterangan resmi, Selasa 22 September 2026.
Ia menambahkan, SGU melalui tiga fakultasnya menawarkan program Sarjana dan Magister dengan pendekatan pendidikan berorientasi internasional yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Pendidikan tersebut diharapkan membekali mahasiswa untuk menciptakan perubahan melalui pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama masa studi.
Dalam acara tersebut, SGU juga memberikan penghargaan kepada lulusan dengan pencapaian akademik dan kontribusi di luar bidang akademik.
The Best Graduate untuk program S1 diberikan kepada Lidya Aurelcia dari program studi Information Technology dengan IPK 3,98 dan predikat Summa Cum Laude. Sementara penghargaan lulusan terbaik S2 diberikan kepada Mulyadi dari program studi Mechanical Engineering dengan IPK 4,00 dan predikat Summa Cum Laude.
Apresiasi juga diberikan kepada delapan dosen atas pencapaian di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi di tingkat nasional dan internasional.
Para dosen tersebut antara lain Maria Dewi P.T Gunawan Puteri dan Hery Sutanto yang direkomendasikan sebagai kandidat 2026 Best Young Scientist Award in STEM. Selain itu, Aulia Arif Iskandar menerima Ristek Kalbe Science Award 2025, Della Rahmawati mendapat pengakuan dalam Asian Scientist 100 2026, dan Charles Lim meraih EC-Council Academia Instructor of the Year Award 2025.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Yunita Umniyati sebagai penerima PP-PTS Grant 2026, Nila Krisnawati Hidayat sebagai penerima Community Service Grant 2025, serta Tabligh Permana sebagai penerima DAAD Grant Awardee 2026 untuk program Knowledge Bridges in Food Law between Indonesia and Germany.