Raksasa teknologi Google memperluas langkahnya di pasar perangkat komputasi dengan menghadirkan Googlebook, sebuah perangkat anyar yang memadukan ekosistem Android dan sistem operasi ChromeOS.
Googlebook dirancang agar pengguna dapat melanjutkan berbagai aktivitas ponsel secara mulus di layar laptop, mulai dari membuka kembali pekerjaan, mencari berkas dan foto, hingga menjalankan aplikasi seluler. Saat pertama kali diaktifkan, perangkat ini juga secara otomatis menyinkronkan pengaturan seperti jaringan Wi-Fi, sandi tersimpan, dan data penting lainnya dari ponsel pengguna.
Dikutip dari blog resmi Google pada Selasa, 22 September 2026, laptop ini dikembangkan melalui kolaborasi bersama sejumlah produsen global terkemuka, yakni Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Model perdana Googlebook dibalut menggunakan material premium seperti aluminium, magnesium, dan serat karbon, serta menawarkan opsi layar hingga resolusi 2,8K OLED. Sementara itu, daya tahan baterainya diklaim mampu bertahan hingga 14 jam tergantung pada pola penggunaan.
Dari segi teknologi cerdas, Googlebook telah terintegrasi secara mendalam dengan kecerdasan buatan Gemini. Pengguna dapat memanfaatkan asisten virtual ini untuk mengolah informasi yang sedang tampil di layar secara langsung.
Selain itu, terdapat fitur penunjang produktivitas yang mampu mengubah rekaman suara menjadi catatan tertulis yang rapi, lengkap dengan pembuatan judul, daftar tugas, dan rangkuman otomatis.
Aspek fungsionalitas juga didukung oleh kemampuan menjalankan peramban Chrome versi desktop serta akses ke jutaan aplikasi Android.
Pengguna dapat mengoperasikan perangkat lunak profesional seperti Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, dan CapCut, maupun menikmati hiburan melalui layanan streaming seperti Netflix dan HBO Max. Sebagai nilai tambah, setiap pembelian Googlebook menyertakan bonus akses GeForce NOW selama satu tahun penuh.
Bagi kalangan profesional dan pengembang, Googlebook menyediakan lingkungan pengembangan khusus untuk menjalankan berbagai perangkat pemrograman serta sistem Linux secara terisolasi.
Untuk menjamin keamanan data, perangkat ini mengadopsi standar perlindungan tingkat tinggi yang selama ini diandalkan pada ChromeOS, termasuk sistem pertahanan berbasis perangkat keras dan pendeteksi malware bawaan.
“Googlebook dirancang untuk Gemini Intelligence dan direkayasa untuk bekerja dengan ponsel Android Anda langsung tanpa perlu pengaturan tambahan,” ujar John Solomon, Wakil Presiden dan Manajer Umum Laptop, Tablet & Android Enterprise Google.
Googlebook dipasarkan dengan harga mulai dari 899 Dolar AS (sekitar Rp16 juta). Masa pre-order telah dibuka melalui Google Store, Best Buy, serta berbagai jaringan peritel resmi.
Perangkat ini dijadwalkan mulai meluncur di Amerika Serikat pada 4 Oktober, disusul perilisannya di Kanada, Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, dan Australia pada 5 Oktober. Setiap pembelian juga sudah termasuk bonus langganan Google AI Pro selama 12 bulan, kapasitas penyimpanan cloud sebesar 5 terabita, serta berbagai layanan penunjang lainnya.