Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Era Baru Pasar Modal: OJK Terbitkan Aturan Demutualisasi Bursa Efek

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 07:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengeluarkan Peraturan Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek. 

Kehadiran regulasi baru ini menjadi tonggak sejarah sekaligus payung hukum yang dinanti-nantikan dalam rangka mereformasi struktur pasar modal di Indonesia.

Aturan ini diterbitkan sebagai wujud implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 mengenai Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Dengan adanya regulasi ini, wajah kepemilikan Bursa Efek akan mengalami perubahan drastis. 


Jika sebelumnya bursa hanya eksklusif dimiliki oleh sesama anggota bursa dengan sistem mutual, kini kepemilikan tersebut terbuka luas bagi perseorangan maupun badan hukum Indonesia, baik yang berstatus sebagai anggota bursa maupun non-anggota.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa langkah demutualisasi ini sangat krusial untuk mendongkrak integritas pasar modal nasional. 

Menurutnya, keterbukaan struktur kepemilikan bagi investor strategis, publik, dan anggota bursa akan memperkokoh tata kelola perusahaan, mempermudah akses permodalan, serta mempercepat pertumbuhan institusi bursa itu sendiri.

"Struktur Demutualisasi Bursa Efek yang memungkinkan kepemilikan secara luas oleh anggota bursa, investor strategis, dan publik akan mendorong peningkatan kualitas tata kelola, membuka akses permodalan yang lebih luas, dan percepatan pengembangan bagi Bursa Efek," ujar Hasan dalam keterangannya, dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 21 September 2026.

Selain mengatur tata cara pemisahan antara hak kepemilikan saham dan status keanggotaan bursa, POJK Nomor 13 Tahun 2026 ini juga menetapkan sejumlah batasan ketat guna menjaga keadilan dan transparansi. 

Setiap pemegang saham hanya diizinkan memiliki maksimal 5 persen dari total saham yang diterbitkan, di mana kepemilikan melebihi batas tersebut wajib mengantongi izin khusus dari OJK. 

OJK juga secara tegas melarang pihak mana pun untuk menguasai saham Bursa Efek secara mayoritas atau lebih dari 50 persen, baik secara langsung, tidak langsung, maupun melalui jaringan afiliasi. 

Selain itu, jajaran direksi dan dewan komisaris yang hendak memimpin Bursa Efek diwajibkan untuk lulus dari tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang diselenggarakan oleh OJK terlebih dahulu.

Melalui serangkaian aturan komprehensif ini, yang turut mencakup mekanisme pembagian dividen, kewajiban pelaporan, hingga pemisahan fungsi bisnis dan pengawasan, OJK optimis proses demutualisasi dapat berjalan mulus. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga independensi bursa sekaligus mendongkrak daya saing pasar modal Indonesia di kancah global.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya