Berita

Ilustrasi BUMN. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Streamlining BUMN Jadi Prestasi Fundamental Pemerintah

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 04:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Langkah pemerintah dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melakukan streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi bagian penting dalam memperbaiki efisiensi, profesionalisme, dan daya saing perusahaan negara. 

"Saya kira itu sebuah upaya yang bagus dan memang sudah seharusnya dalam rangka untuk kita meningkatkan daya saing, meningkatkan efisiensi dari BUMN kita," kata Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah, dikutip Selasa 22 September 2026.

Piter mengatakan, selama ini BUMN masih menghadapi persoalan karena jumlah dan ruang lingkup usahanya terlalu besar. Kondisi tersebut juga membuat peran sektor swasta menjadi lebih terbatas karena sejumlah bidang usaha telah diisi oleh perusahaan negara.


Menurut Piter, pada masa lalu BUMN bahkan berkembang dari hulu hingga hilir dan memasuki bidang usaha yang tidak selalu sesuai dengan keahlian maupun bisnis intinya. 

Piter menyebut kondisi itu kemudian melahirkan struktur anak dan cucu perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang jauh dari bisnis utama perusahaan induknya.

"Misalnya ada BUMN yang anak-anak cucu-cucunya itu bergerak di bidang yang sama sekali jauh dari nenek-neneknya itu. Bahkan misalnya untuk persewaan mobil saja si BUMN menciptakan anak cucunya. Nah ini kan menghabisi dari sisi kesempatan private," kata Piter.

Piter menilai struktur tersebut pada akhirnya tidak hanya mengurangi kesempatan bagi sektor swasta, tetapi juga menghambat pembentukan daya saing BUMN. Hubungan bisnis yang terlalu banyak terjadi di antara perusahaan dalam satu kelompok membuat BUMN tidak terbiasa menghadapi persaingan secara terbuka.

"Dengan demikian itu BUMN itu sendiri tidak terbangun untuk meningkatkan daya saingnya mereka. Sudah terbiasa dimanjakan oleh hubungan-hubungan antara anak cucu tadi," kata Piter.

Menurut dia, dampaknya dapat dirasakan ketika perusahaan Indonesia harus bersaing di pasar internasional. Piter menilai hanya sedikit perusahaan Indonesia yang memiliki kiprah kuat di pasar global.

Selain meningkatkan efisiensi dan daya saing, Piter menilai streamlining dapat mengurangi potensi penyalahgunaan hubungan antarbadan usaha. Menurutnya, hubungan BUMN dengan BUMN yang tidak didasarkan pada meritokrasi dan kemampuan dapat membuka ruang bagi moral hazard yang berpotensi merugikan perusahaan negara.

"Hubungan yang dibangun dengan pola yang tidak didasarkan kepada meritokrasi, kemampuan, daya saing itu kecenderungannya sering bisa terjadi moral hazard atau bahkan terjadi hal-hal yang merugikan bagi BUMN itu sendiri," sambung Piter.

Ia menilai streamlining berpotensi menutup celah bagi praktik politik balas budi dalam penempatan orang di perusahaan negara. Piter mengatakan proses streamlining harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme dalam pengisian jabatan di BUMN.

"Streamline itu harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme, harus profesional, bukan orang-orang yang hanya sekedar untuk balas budi, ditaruh di BUMN walaupun sebenarnya dia tidak memiliki sama sekali kapasitas, baik itu sebagai komisaris ataupun sebagai direksi," tutup Piter.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya