Berita

Aliansi Mahasiswa Pemuda Madura (AMPERA). (Foto: Istimewa)

Nusantara

Mahasiswa Madura Dorong Mas Rio Maju Pilgub Jatim 2029, Ini Alasannya

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 22:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Nama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio mulai muncul dalam diskursus awal mengenai figur potensial untuk kepemimpinan Jawa Timur 2029.

Dukungan datang dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Madura (AMPERA) yang mendeklarasikan Mas Rio sebagai figur yang mereka dorong untuk maju dalam kontestasi Gubernur Jawa Timur mendatang.

Deklarasi tersebut disampaikan dalam forum diskusi AMPERA di Jakarta, Minggu, 20 September 2026. Forum itu membahas arah pembangunan Jawa Timur sekaligus aspirasi mahasiswa dan pemuda Madura, termasuk masyarakat Madura yang berada di Pulau Madura dan kawasan Tapal Kuda.


Sejumlah mahasiswa Madura yang hadir berasal dari berbagai kampus di Jabodetabek. Di antaranya Universitas Indonesia, UIN Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pamulang (Unpam), Universitas Bung Karno, dan lain-lain.

Koordinator Umum AMPERA, Al Ghiffari, mengatakan dukungan tersebut merupakan hasil pembahasan internal organisasi mengenai figur dan arah kepemimpinan Jawa Timur ke depan.

“Kami ingin ada kepemimpinan Jawa Timur yang mampu melihat pembangunan secara lebih luas dan merata, termasuk memperhatikan aspirasi masyarakat Madura dan kawasan Tapal Kuda,” kata Ghiffari dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Menurut dia, AMPERA melihat sejumlah aspek sebelum menyatakan dukungan kepada Mas Rio. Antara lain pengalaman pemerintahan, rekam kinerja, komunikasi publik, serta kedekatan sosial-kultural dengan masyarakat di kawasan Tapal Kuda.

“Mas Rio kami lihat memiliki pengalaman sebagai kepala daerah dan rekam kerja yang bisa dinilai publik. Kami ingin pengalaman tersebut juga dibawa ke dalam diskusi yang lebih luas mengenai masa depan Jawa Timur,” ujarnya.

AMPERA juga menyoroti perkembangan ekonomi Kabupaten Situbondo selama kepemimpinan Mas Rio.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Situbondo tumbuh 5,28 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Struktur ekonomi Situbondo masih ditopang antara lain oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan. 

Bagi AMPERA, perkembangan tersebut menjadi bagian dari rekam kinerja yang dapat diamati publik.

“Bagi kami, kepemimpinan tidak cukup hanya dilihat dari popularitas. Rekam kerja dan bagaimana seorang pemimpin berkomunikasi dengan masyarakat juga penting,” kata Ghiffari.

Dari Situbondo dan Tapal Kuda ke Jawa Timur

AMPERA juga melihat posisi Situbondo di kawasan Tapal Kuda sebagai salah satu aspek yang membuat sosok Mas Rio menarik dibicarakan dalam konteks kepemimpinan Jawa Timur.

Menurut Ghiffari, keterhubungan sosial dan kultural masyarakat Madura dengan kawasan Tapal Kuda dapat menjadi ruang untuk memperluas dialog mengenai pembangunan antarkawasan di Jawa Timur.

“Posisi tersebut dapat menjadi titik awal untuk membangun pembicaraan yang lebih luas mengenai keterhubungan Madura dan Tapal Kuda dalam pembangunan Jawa Timur,” jelasnya.

Namun, AMPERA menyadari bahwa perjalanan menuju kontestasi 2029 masih panjang. Karena itu, organisasi tersebut menyatakan dukungannya sebagai aspirasi saat ini, sekaligus membuka ruang bagi perkembangan dinamika politik dan rekam jejak para figur ke depan.

Ghiffari menegaskan deklarasi tersebut merupakan sikap resmi AMPERA dan tidak dimaksudkan sebagai klaim bahwa seluruh mahasiswa atau masyarakat Madura memiliki pilihan yang sama.

“Ini adalah sikap organisasi kami. Kami tidak mengklaim mewakili seluruh mahasiswa atau masyarakat Madura. Karena itu, kami juga terbuka terhadap diskusi dan pandangan yang berbeda,” ujarnya.

Ia juga menyatakan AMPERA tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu dan menyebut dukungan kepada Mas Rio sebagai hasil pembahasan internal organisasi.

Menurut Ghiffari, deklarasi lebih awal bukan dimaksudkan untuk mendahului tahapan resmi pemilihan, melainkan membuka ruang diskusi mengenai arah kepemimpinan Jawa Timur.

“Kami memahami proses politik masih panjang. Justru karena masih panjang, ruang diskusi publik perlu dibuka. Kami ingin melihat bagaimana gagasan dan rekam kerja para figur berkembang hingga tahapan politik resmi dimulai,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya